• logo nu online
Home Warta Daerah Bahtsul Masail Nasional Neraca BMTNU Fiqih Khutbah Keislaman Amaliyah NU Opini Humor BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya
Minggu, 14 Agustus 2022

Daerah

1 Syawal 1443 H Jatuh Pada Senin, 2 Mei 2022

1 Syawal 1443 H Jatuh Pada Senin, 2 Mei 2022
Rukyatul Hilal (Foto : NU Online Jombang/ Ali Purnomo)
Rukyatul Hilal (Foto : NU Online Jombang/ Ali Purnomo)

NU Online Jombang,

Karena Hilal terlihat, maka 1 Syawal 1443 H jatuh pada hari Senin Pon 2 Mei 2022. Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Jombang kerja sama dengan kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang untuk melakukan observasi hilal di Pusat Obsevasi Bulan (POB) Masjid Jami' Denanyar Jombang.

 

Kegiatan ini juga dilakukan bersama aktifis mahasiswa dan para santri Pondok Pesantren (PP) Mambaul Ma'arif Jombang, Minggu (01/05/2022) sore.

 

Muhammad Mujayun, Ketua LFNU menjelaskan, dalam proses observasi, pihaknya menggunakan alat teleskop monokuler dan theodolit yang ada di POB Masjid Jami' PP Mambaul Ma'arif Denanyar.

 

"Diawali dengan pembukaan dilanjutkan dengan pengarahan terkait tata cara melihat hilal. Baru kemudian, pada jam 17.00 WIB mulai dilakukan pengamatan langsung ke arah hilal," jelasnya.

 

Lebih lanjut dirinya mengungkap, ada 2 orang peserta rukyat yang berhasil melihat hilal.

 

"Yang pertama adalah Lutfi yang berhasil melihat hilal pada jam 17.28 waktu Indonesia bagian barat. Kemudian, Andi melihat hilal pada jam 17.29 waktu Indonesia bagian barat," ungkapnya saat ditemui NU Online Jombang di lokasi rukyatul hilal dilakukan.

 

Setelah itu, lanjut dia, diputuskan untuk melakukan sidang Isbat oleh Pengadilan Agama kabupaten Jombang. 

 

"Sidang digelar di lantai satu POB Masjid Jami' Denanyar Jombang dan menetapkan 1 Syawal 1443 H jatuh pada hari Senin Pon, 2 Mei 2022," paparnya.

 

Dia menambahkan, seperti diketahui bersama, seluruh titik observasi hilal yang tersebar dari ujung timur sampai ujung barat, ada 2 orang yang memberikan laporan keberhasilan melihat hilal.

 

Adapun peserta rukyat atau saksi yang melihat hilal adalah sebagai berikut. Namanya adalah Lutfi Fuadi. Pria berusia 36 tahun yang berprofesi sebagai dosen ini berhasil melihat hilal pada jam 17.28 wib dengan ketinggian hilal 3°35'. Alat yang digunakan adalah theodolit.

 

Saksi yang kedua adalah Ustadz Andi Pangeran. Pria berusia 29 tahun yang berprofesi sebagai aparatur sipil negara (ASN) ini melihat hilal pada jam 17.29 wib dengan ketinggian hilal 3° 04'. Alat yang digunakan adalah telescop monukuler.

 

Sementara itu, Hakim Pengadillan Agama Jombang yang memimpin sidang Isbat adalah Ruslan.


Daerah Terbaru