• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Neraca BMTNU Nasional Fiqih Khutbah Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya
Senin, 5 Desember 2022

Daerah

Ketua LK PBNU: Bangsa Indonesia Kehilangan Cendekiawan Islam yang Jujur

Ketua LK PBNU: Bangsa Indonesia Kehilangan Cendekiawan Islam yang Jujur
Ketua Dewan Pers Indonesia, Prof Azra (Foto : detik.com)
Ketua Dewan Pers Indonesia, Prof Azra (Foto : detik.com)

NU Online Jombang,

M Zulfikar As'ad, Ketua Lembaga Kesehatan (LK) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) turut berduka atas Wafatnya, Prof Azyumardi Azra, Ketua Dewan Pers Indonesia. Bangsa Indonesia kehilangan cendekiawan Islam yang jujur, religius dan berkebangsaan yang tinggi.

 

Menurut pria yang akrab disapa dengan Gus Ufik ini, Bangsa Indonesia telah kehilangan cendekiawan Islam yang berani bicara jujur, berwawasan kebangsaan tinggi dan religius.

 

Gus Ufik mengungkapkan, dirinya pernah satu forum dalam agenda Dialog Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Universitas Alma Ata Yogyakarta, yang dihadiri sejumlah Rektor dari PTNU, PTS dan PTN. KH Musthofa Bisri dan Prof Azyumardi Azra bertindak sebagai nara sumber.

 

"Saya pernah beberapa kali hadir dalam satu agenda dengan beliau. Terutama di agenda yang diselenggarakan oleh Pemerintah Inggris di Indonesia," ungkapnya saat ditemui di Jombang, Senin (19/9/2022). 

 

Sebelumnya, Ketua Dewan Pers Prof Azyumardi Azra meninggal dunia di Rumah Sakit Selangor Malaysia sekitar pukul 12.30 waktu setempat. Prof Azra meninggal di usia 67 tahun.

 

Kabar duka ini tersebar luas melalui pesan whatsapp dan telah dibagikan ke berbagai media. 

 

"Turut berduka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya Guru kami, Prof. Dr. Azyumardi Azra," pesan yang tersiar dari Whatsapp yang telah dibenarkan oleh Ketua Komisi Penelitian, Pendataan dan Ratifikasi Dewan Pers, Ninik Rahayu, Minggu (18/9/2022). 

 

Sebelumnya Prof Azra mengalami gangguan kesehatan saat hendak mendarat di Bandara Kuala Lumpur, Malaysia pada Jumat (16/9/2022) sore lalu. 

 

Setelah mendarat, mantan Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah ini dilarikan ke Rumah Sakit Selangor Malaysia untuk mendapatkan perawatan intensif dan dalam penanganan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Malaysia. 

 

Saat itu KBRI Malaysia berencana untuk memindahkan Prof Azra ke rumah sakit di Kuala Lumpur tetapi masih menunggu persetujuan dari pihak rumah sakit yang akan menerima pasien. 

 

Rencana pemindahan Prof Azyumardi Azra ke Rumah Sakit di Kuala Lumpur tidak dapat terlaksana karena kondisi beliau yang belum stabil pada saat itu. 

 

Kini, Ketua Dewan Pers Prof Azyumardi Azra tengah meninggal dunia dan jenazahnya sedang diurus oleh KBRI Malaysia.


Daerah Terbaru