• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Selasa, 27 Februari 2024

Daerah

Madrasah Jurnalistik, Cara LTNNU-ISNU Jombang Beri Kesempatan Berkarir untuk Generasi Muda

Madrasah Jurnalistik, Cara LTNNU-ISNU Jombang Beri Kesempatan Berkarir untuk Generasi Muda
Foto bersama peserta Madrasah Jurnalistik dengan panitia. (Foto: NU Jombang Online/Husnul Irfan Fauzi)
Foto bersama peserta Madrasah Jurnalistik dengan panitia. (Foto: NU Jombang Online/Husnul Irfan Fauzi)

NU Jombang Online, 
Pagi yang sibuk Sabtu (19/9), pemuda dan pemudi dari berbagai background dan lembaga, berjalan beriringan menuju sebuah aula yang terletak di lantai dua kantor PCNU Jombang. Mereka hendak mengikuti Madrasah Jurnalistik yang diadakan oleh Pengurus Cabang Lembaga Ta’lif Wan Nasyr Nahdhatul Ulama (PC LTNNU) Jombang bekerjasama dengan Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdhotul Ulama (PC ISNU) setempat.

Satu per satu peserta menunjukkan antusiasmenya mengikuti kegiatan yang mengusung tema Membangun Peradaban melalui Tradisi Jurnalistik ini. Tak hanya memberikan kesempatan menggali dan mendapatkan ilmu jurnalistik, peserta juga diberikan kesempatan berkarir. 

“Kami melihat terjadinya perkembangan yang cukup signfikan dalam dunia jurnalistik tetapi tidak diimbangi dengan kemampuan menulis berita yang berbobot. Apalagi, di era keterbukaan informasi seperti sekarang, media tumbuh subur. Baik media mainstream ataupun citizen journalism melalui sosial media. Sangat sayang jika tidak dimanfaatkan dengan baik,” ujar Syamsul Arifin, Ketua LTNNU Jombang saat menyampaikan sambutan dalam acara pembukaan Madrasah Jurnalistik.

Banyak masyarakat baik individu maupun komunitas, kata Syamsul, yang kini bisa menulis dengan bebas melalui media sosial tetapi tidak terwadahi dengan baik. Madrasah jurnalistik ini sebagai salah satu wadah untuk menimba ilmu jurnalistik lebih banyak sehingga generasi Nahdliyin kini tak hanya bisa menulis tetapi juga menjadi kekuatan jurnalisme di Indonesia secara umum dan di Jombang, khususnya.

“Biar kuat baik secara teoritik dan juga praktik, kami akan memberikan kesempatan berkarir dengan mengajak peserta madrasah juranlistik untuk terlibat aktif untuk melakukan magang di beberapa media milik NU. Seperti NU Jombang online, NU Online Jatim, NU Online, dan media lainnya," ucapnya.

Madrasah Jurnalistik ini berlangsung selama empat hari dalam dua minggu. Jadi pelatihan hanya akan diberikan hari Sabtu dan Minggu. Selain diberikan materi tentang dasar-dasar jurnalistik dan teknik penulisan berita, peserta juga akan dibekali dengan praktik liputan.

Adapun materi pertama yang diberikan kepada peserta adalah mengenai dasar-dasar ilmu jurnalistik. 

Nur Fitriana Zuraida, pemateri sekaligus alumni wartawan Jawa Pos Radar Jember, memaparkan tetang sembilan plus satu elemen jurnalisme yang dipelopori oleh Bill Kovach dan Tom Roesentil.

Perempuan yang akrab disapa Fifi ini menjelaskan bahwa sembilan elemen jurnalisme ini memiliki kedudukan yang sama kuat. Namun, Kovach dan Roesentiel meletakkan elemen kebenaran sebagai hal yang mendasar. Bukan kebenaran secara filosofis yang absurd melainkan kebenaran yang didasarkan pada kebenaran dalam tataran fungsional.

“Kebenaran fungsional yang dimaksud adalah kebenaran yang bisa menjadi navigasi bagi masyarakat. Kebenaran ini tidak mutlak dan masih bisa direvisi sesuai dengan kenyataan faktual yang terjadi di lapangan. Makanya dalam sembilan elemen jurnalisme Kovach juga menyebut tentang memberikan ruang pada opini masyarakat dan ruang perdebatan publik,” jelasnya.

Fifi juga memberikan gambaran singkat tentang bagaimana harusnya jurnalisme berjalan berdasarkan prinsip-prinsip, kaidah dan kode etik jurnalistik sehingga peserta yang hadir menimba ilmu tidak takut menyuarakan kebenaran melalui tinta mereka.

Kontributor: Suci Aristanti
Editor: Fitriana


Editor:

Daerah Terbaru