ISNU Jombang Gaungkan Islam Nusantara

ISNU Jombang Gaungkan Islam Nusantara

NU Jombang Online,
Dalam rangka memberikan pemahaman yang konfrehensif tentang Islam Nusantara kepada khalayak, PC ISNU Jombang gelar Seminar Nasional Kontribusi Ulama dan Santri Nusantara dalam Perjuangan Bangsa dan bedah buku “Masterpiece Islam Nusantara”. Rabu (4/5/2016) kemarin.

IMG20160504095902Acara yang berlangsung di Auditorium STKIP PGRI Jombang tersebut tampak semarak dengan dihadiri ratusan peserta dan tamu undangan. Mereka di antaranya Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Muslimat, Fatayat, PMII, IPNU-IPPNU dan perwakilan mahasiswa dari kampus se Jombang. Hadir juga Wakil Bupati (Wabup) Jombang, Munjidah Wahab.

Ahmad Atho’illah, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jombang menegaskan bahwa Islam Nusantara memiliki misi membumikan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin. Hal ini relevan diterapkan di Indonesia bahkan dunia, agar persatuan dan kesatuan antar sesama Islam terjaga dengan kuat.

“Islam Indonesia dikenal dengan Islam yang ramah, santun dan toleran, jauh berbeda dengan wajah Islam yang berada di Timur tengah,” katanya saat memberikan sambutannya di depan para peserta dan tamu undangan.

Lebih lanjut, Munjidah Wahab menambahkan bahwa penyebaran ajaran Islam belakangan ini sudah jauh berbeda dengan pola yang diajarkan Nabi pada zamannya. Berbagai cara kekerasan saat ini dilakukan untuk memaksakan kehendaknya dalam penyebaran ajaran Islam.

“Islam Nusantara adalah Islam yang santun, saling menghargai perbedaan dan tidak melakukan dakwah dengan cara kekerasan,” ujarnya.

Di samping itu, ia mengimbau agar peran ISNU harus benar-benar memberikan pencerahan kepada warga NU tentang istilah Islam Nusantara, sebab tidak semua masyarakat bisa memahami layaknya para akademisi.

Sementara penulis buku “Masterpiece Islam Nusantara”, Zainul Milal Bizawie menjelaskan bahwa bentuk dari Islam sebagai agama rahmatan lil alamin ialah NKRI itu sendiri, yakni kemerdekaan indonesia.

“Di pembukaan teks kemerdekaan RI, di sana tertera bahwa kemerdekaan adalah rahmat dari Allah SWT,” tuturnya.

Namun demikian, Ainurrofiq al-Amin sebagi pembanding dari bedah buku itu mengungkapkan, bahwa tak sedikit kelompok yang sepaham dengan Islam Nusantara.
“Memang tidak sedikit juga yang kontra dengan Islam Nusantara, yang dilansir diberbagai media online pada saat ini, sebut saja Hizbut Tahrir Indonesia, NU Garis Lurus, dan sejumlah alamat website lainnya yang melakukan propaganda bahwa Islam Nusantara hanyalah untuk mengotak-ngotakkan islam” terangnya.

Di awal kegiatan, sebelum kegiatan dimulai, panitia memberikan 30 buah buku “Masterpiece Islam Nusantara” secara gratis kepada peserta dan tamu undangan yang beruntung.(Rif/Syamsul Arifin)

Categories: Berita Utama

About Author