• logo nu online
Home Warta Daerah Bahtsul Masail Nasional Neraca BMTNU Fiqih Khutbah Keislaman Amaliyah NU Opini Humor BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya
Rabu, 29 Juni 2022

Nasional

Tokoh Perempuan Masuk di PBNU, Gus Yahya: Dari Awal Tidak Ada Pembatasan

Tokoh Perempuan Masuk di PBNU, Gus Yahya: Dari Awal Tidak Ada Pembatasan
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. (Foto: NU Online)
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. (Foto: NU Online)

NU Online Jombang,
Ada yang berbeda dalam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2022-2027. Yakni, beberapa tokoh perempuan ikut serta mengisi organisasi terbesar di Indonesia, bahkan di dunia.

 
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf menjelaskan, pelibatan kaum Hawa itu di kepengurusan PBNU baru pertama kalinya sejak NU berdiri pada 1926 silam. 


Kiai yang kerap disapa Gus Yahya itu menegaskan, hal itu tidak melanggar norma atau aturan yang ada di NU. “Sejak awal didirikan sebenarnya tidak ada pembatasan di PBNU," ujarnya saat mengumumkan susunan kepengurusan PBNU di kantor PBNU, Jakarta, Rabu (12/1/2022) dikutip melaui channel youtube TVNU.

 

Pelibatan perempuan dalam pengurus NU itu menurutnya hanya menunggu waktu. Kini sudah saatnya, karena kondisi yang terus berkembang dan membutuhkan kalangan perempuan.


"Sekarang tokoh perempuan dimasukkan karena memang ada kebutuhan yang mendesak,” jelasnya.


Tokoh perempuan yang masuk dalam kepengurusan PBNU periode 2022-2027 antara lain Nafisah Sahal Mahfudz, Sinta Nuriyah Abdurahman Wahid (Istri Gus Dur), dan Mahfudloh Ali Ubaid, yang ada dalam jajaran Mustasyar.


Selain itu, ada Nafisah Ali Masum, Badriyah Fayumi, dan Ida Fatimah Zaenal di jajaran a’wan serta Khofifah Indar Parawansa dan Alissa Qotrunnada Wahid (putri Gus Dur) sebagai ketua PBNU.


Alissa Wahid, yang hadir dalam acara pengumuman pengurus baru mengatakan, pelibatan tokoh perempuan dalam  kepengurusan PBNU merupakan terobosan yang sangat penting.


“Sejak awal NU kita sadari ruang perempuan sangat besar. Selama ini tokoh-tokoh perempuan NU tidak hanya mengurusi kiai tapi juga pondok putri, juga pengajian, dan kegiatan di ruang publik juga banyak diurusi Bu Nyai,” terangnya. 


Sementara itu, Khofifah Indar Parawansa bertekad untuk meningkatkan kualitas dan memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) di kalangan Nahdliyin.


“Apalagi dalam menyongsong 100 tahun usia NU, maka peran perempuan NU harus diperkuat. Peningkat akan SDM dan IPM menjadi pertimbangan serius yang harus diperjuangkan,” ujar Gubernur Jawa Timur ini.


Kontributor: Karimatul Maslahah
Editor: Ahmad 


Nasional Terbaru