• logo nu online
Home Warta Daerah Bahtsul Masail Nasional Neraca BMTNU Fiqih Khutbah Keislaman Amaliyah NU Opini Humor BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya
Rabu, 17 Agustus 2022

Fiqih

Hukum Pergantian Imam saat Shalat Berlangsung

Hukum Pergantian Imam saat Shalat Berlangsung
Shalat berjamaah. (Foto: Istimewa)
Shalat berjamaah. (Foto: Istimewa)

Tadi malam seorang jamaah pengajian rutin di Candi Mulyo, Jombang menanyakan perihal seorang imam yang batuk-batuk, lalu karena merasa tidak mampu melanjutkan sebagai imam, kemudian ia mundur ke belakang, dan mendorong salah satu makmum untuk menggantikannya sebagai imam. 

Pertanyaannya: Bolehkah pergantian imam sebagaimana di atas?

Pergantian imam di tengah-tengah shalat boleh dilakukan ketika imam berniat mengundurkan diri dari statusnya sebagai imam.

Caranya: Setelah imam tersebut berniat mengundurkan diri dari statusnya sebagai imam, ia mundur ke belakang di shof awal tanpa ada gerakan tiga kali berturut-turut, lalu makmum yang didorong imam untuk menggantikannya maju sedikit (tidak harus menempat di mihrob/pengimaman ) dan niat menjadi imam dalam hati.

Refrensi: Bugyatul Mustarsyidin halaman 177, Syarwani juz 2 halaman 483.

Wabillahittaufiq

Alfaqir Kiai M Sholeh, Wakil Rais Syuriyah PCNU Jombang.


Editor:

Fiqih Terbaru