Home Warta Daerah Bahtsul Masail Nasional Fiqih Opini Keislaman Khutbah Mitra

Sembako Naik Drastis, LPNU Tekankan Kemandirian Pangan

Sembako Naik Drastis, LPNU Tekankan Kemandirian Pangan
Nilam, salaah seorang pedagang sembako di pasar Citra niaga Jombang (Foto : Ira Wahyu Wardhani)
Nilam, salaah seorang pedagang sembako di pasar Citra niaga Jombang (Foto : Ira Wahyu Wardhani)

NU Online Jombang,

Menjelang akhir tahun, harga sejumlah kebutuhan pokok atau sembako di Jombang mengalami kenaikan yang cukup drastis. Tidak hanya dialami di Jombang, kenaikan harga sembako juga dialami di seluruh Jawa Timur. 

 

Dilansir dari situs resmi Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), untuk semua provinsi di Indonesia harga rata-rata bahan pangan yang naik adalah harga cabai yang tembus hingga Rp 43250 per kilogram. Angka ini telah naik sebesar Rp 350 atau 0,82 persen yang sebelumnya adalah Rp 42900 per kilogram. Kemudian, minyak goreng juga mengalami kenaikan sebesar 1,56 persen atau sebesar Rp 300 menjadi Rp 19550 per kilogram.

 

Khusus untuk kenaikan harga minyak goreng yang terus melonjak tajam lebih dikarenakan harga internasional yang naik cukup tajam. Meski begitu, pasokan minyak goreng di masyarakat sejauh ini masih aman.

 

Dikutip dari harian Kompas, kebutuhan minyak goreng nasional sebesar 5,06 juta ton per tahun, sedangkan produksinya bisa mencapai 8,02 juta ton.

 

Namun, meskipun Indonesia adalah produsen crude palm oil (CPO) terbesar, namun kondisi di lapangan menunjukkan sebagian besar produsen minyak goreng tidak terintegrasi dengan produsen CPO. Hal ini menjadi salah satu penyebab harga minyak di dalam negeri menjadi susah turun.

 

Nilam, Pedagang sembako di Pasar Citra Niaga, Kecamatan Jombang mengungkapkan rasa resahnya terkait kenaikan harga sembako.

 

“Harga sembako naik jadi sulit untuk menjualnya. Kalau harga tidak dinaikkan ya nanti tidak untung, tapi kalau dinaikkan kasihan pembelinya,” ungkapnya.

 

Solusi yang dapat dilakukan menurutnya yaitu, dengan mengurangi stok sembako yang dijual karena harga masih naik drastis.

 

Adapun harga sembako yang mengalami kenaikan di Pasar Citra Niaga adalah harga beras yang sebelumnya Rp 9000 per kilogram menjadi Rp 10000 perkilogram. Sementara harga minyak goreng dari Rp. 14.000 per liter menjadi Rp17000 per liter. Selain itu, harga telur yang tadinya Rp 20000 per kilogram kini menjadi Rp. 23.000 per kilogram.

 

Wahyuni, Ibu rumah tangga yang membeli sembako ini berharap agar harga sembako akan turun.

 

“Semoga ekonomi semakin membaik dan harga sembako juga turun. Sehingga, harga sembako dapat normal kembali,” ujarnya.

 

Diwawancarai di tempat yang terpisah, Su’udi, Ketua Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Jombang menjelaskan, terdapat faktor-faktor yang menyebabkan sejumlah harga sembako naik. Selain karena terdampak Pandemi Covid-19, terjadi pula kelangkaan bahan pokok.

 

“Ketika ada kelangkaan barang, maka sembako akan naik. Terutama yang saya ketahui yaitu terkait beras,” ungkapnya kepada NU Online Jombang saat ditemui di Gedung MWC NU Mojowarno.

 

Pria yang akrab disapa Abah Su’ud ini menegaskan, jika beras mengalami kenaikan harga, maka bahan pokok yang lain juga terkena imbasnya seperti minyak goreng, cabai, telur, bawang merah, bawang putih, tomat dan lain sebagainya.

 

Menurutnya, solusi alternatif untuk menangani kenaikan harga sembako yang drastis ini salah satunya adalah dengan memfasilitasi petani dalam hal produksi.

 

“Kami berkolaborasi dengan Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) untuk memfasilitasi Petani, khususnya Petani Nahdlatul Ulama. Untuk Pupuk dan benih kami dropping kepada Petani. Karena petani kami bertindak sebagai produsen, jadi tidak terlalu merasakan kenaikan harga sembako yang selangit. Jadi harga sembako, utamanya beras bisa tetap normal. Intinya ada pada kemandirian pangan. Jika tidak lagi mengandalkan impor, harga bisa ditekan," ujarnya.

 

Abah Su'ud mengatakan, toko-toko sembako sekarang kompak menaikkan harga sembako. Namun menurutnya, harga sembako akan turun di sekitar awal Januari 2022. Hal ini berdasarkan panen raya yang diprediksikan akan terjadi akhir bulan Desember tahun 2021.

 

Kontributor : Ira Wahyu Wardhani

Editor : Fitriana

Daerah Lainnya

terpopuler

rekomendasi