• logo nu online
Home Warta Daerah Bahtsul Masail Nasional Neraca BMTNU Fiqih Khutbah Keislaman Amaliyah NU Opini Humor BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya
Rabu, 17 Agustus 2022

Daerah

Ramadhan Bahagia, Cara IPNU-IPPNU Jombang 'Jemput' Lailatul Qadar

Ramadhan Bahagia, Cara IPNU-IPPNU Jombang 'Jemput' Lailatul Qadar
Pembukaan Ramadhan Bahagia PC IPNU-IPPNU Jombang. (Foto: Dok IPNU-IPPNU Jombang)
Pembukaan Ramadhan Bahagia PC IPNU-IPPNU Jombang. (Foto: Dok IPNU-IPPNU Jombang)

NU Jombang Online,
Ada banyak cara untuk meningkatkan spiritual di 10 hari terakhir bulan suci Ramadhan. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Jombang ini. Mereka setiap tahunnya rutin menggelar kegiatan 'Ramadhan Bahagia' untuk menunjang keilmuan, menambah wawasan, dan meningkatkan kualitas ibadah seiring 'habisnya' bulan Ramadhan. 

Pada Ramadhan 1442 H/2021 M ini, PC IPNU-IPPNU Jombang mengambil tema besar 'Penguatan Spiritual Menuju Moderasi Akhlak' yang diikuti oleh 58 peserta dari kader IPNU-IPPNU se-Kabupaten Jombang yang digelar di Gedung NU Jl. Gatot Subroto Jombang, Sabtu-Ahad (8-9/5).

Muhammad Subhan, Ketua PC IPNU Jombang mengatakan, Ramadhan Bahagia pertama kali diadakan pada tahun 2015, diberi nama 'Pondok Ramadlan' bertempat di Aula Kantor PCNU Jombang, kemudian tahun 2016 baru dinamai 'Ramadlan Bahagia' hingga saat ini.

"Setiap tahun selalu ada konsep dan tema yang berbeda, sesuai dengan kebutuhan kader," katanya, Sabtu (8/5).

Subhan juga mengungkapkan alasan diadakan Ramadhan Bahagia di 10 hari terakhir Ramadhan. Tak lain untuk menambah ketakwaan kepada Allah SWT serta untuk menjemput malam keberkahan yaitu malam Lailatul Qadar.

"Kita ingin mendapatkan malam Lailatul Qadar. Insyaallah malam ini bertepatan malam 27 Ramadhan," jelas pelajar alumni Uinsa Surabaya ini.

Trobosan dan tradisi yang terus dikembangkan dari setiap tahunnya ini diapresiasi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang, seperti yang diungkapkan oleh Mukhlis, Sekretaris PCNU Jombang.

Menurutnya, kegiatan ini sangat bagus dan perlu ditinggakatkan dengan inovasi yang lebih keren dan selalu mengikuti perkembangan zaman. Sebab di era teknologi seperti saat ini banyak pemuda yang kehilangan moral atau akhlak.

Untuk itu IPNU-IPPNU harus hadir memberikan solusi untuk membenahi permasalahan ini. IPNU-IPPNU sebagai garda terdepan calon pemimpin di Nahdlatul Ulama harus terus mempersiapkan diri dan membentengi diri dari hal-hal yang merusak moral atau menurunnya akhlak.

"Di zaman serba cepat, dan disiplin ilmu semakin banyak, akhlak harus tetap dipertahankan. Setinggi apapun ilmu kita dan sepintar apapun kita, keutamaan akhlak tetap lebih unggul dari segalanya," tuturnya. 

Karenanya, sudah tetap kader muda NU memilih jalan berkhidmah melalui kegiatan yang diselenggarakan IPNU-IPPNU. "Islam yang menganut dan memperteguh Aswaja adalah NU. Islam NU tidak kanan dan tidak islam kiri," pungkasnya.

Kontributor: Rohmad Adi
Editor: Ahmad


Editor:

Daerah Terbaru