• logo nu online
Home Warta Daerah Bahtsul Masail Nasional Neraca BMTNU Fiqih Khutbah Keislaman Amaliyah NU Opini Humor BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya
Rabu, 6 Juli 2022

Daerah

Pria Tendang Sesajen Semeru, Gus Wafi Tegaskan Pendekatan Fiqih Dakwah Harus Diutamakan

Pria Tendang Sesajen Semeru, Gus Wafi Tegaskan Pendekatan Fiqih Dakwah Harus Diutamakan
Gus Wafi (Foto : Dok Muallimin Tambak Beras Jombang)
Gus Wafi (Foto : Dok Muallimin Tambak Beras Jombang)

NU Online Jombang,

Beberapa hari lalu, beredar video viral di media sosial, seorang laki-laki berinisial HF yang menendang sesajen di dekat area gunung Semeru. Diketahui, pelaku merupakan warga dari Dusun Dasan Tereng, Kelurahan Tirtanadi, Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur.

 

Hal tersebut mendapat respons dari salah satu ulama Tambakberas Jombang, KH Wafiyul Ahdi. Dirinya mengatakan, sesajen yang dibuang HF wajar jika sampai memicu keributan di media sosial. Sebab menurutnya, sesajen tersebut adalah suatu tradisi masyarakat yang diyakini oleh masyarakat setempat. 

 

"Perbuatan menendang sesajen yang divideokan itu jelas memancing keributan masyarakat. Karena, sesajen itu tradisi yang diyakini sebagian masyarakat setempat untuk memohon kebaikan kepada Tuhannya," ujarnya pada Rabu (12/01/22).

 

Pria yang kerap disapa Gus Wafi ini menilai bahwa peristiwa tersebut tidak bisa dinilai dengan menggunakan pendekatan fiqih murni saja melainkan harus menggunakan pendekatan fiqih dakwah. 

 

"Kalau merasa tidak cocok dengan adanya sesajen karena mengandung unsur syirik, mestinya caranya tidak seperti itu. Karena, pendekatan fiqih dakwah harus diutamakan daripada pendekatan fiqih murni. Sehingga, ajaran Islam bisa diterima dengan baik tanpa merusak harmoni di tengah masyarakat," tuturnya. 

 

Dari peristiwa tersebut, muncul dugaan bahwa tindakan yang dilakukan HF bukan hanya menghilangkan kesyrikan saja, tetapi ada unsur kesengajaan untuk menghilangkan tradisi.

 

"Dugaan saya, tindakan menendang sesajen itu bukan sekedar berniat menghilangkan kesyirikan tapi ada faktor kesengajaan untuk menghilangkan tradisi masyarakat yang mestinya masih bisa diislamisasikan," pungkas Gus Wafi.

 

Kontributor : Karimatul Maslahah

Editor : Fitriana


Daerah Terbaru