• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Neraca BMTNU Nasional Fiqih Khutbah Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya
Minggu, 4 Desember 2022

Daerah

Pergunu Kaji Kitab Monumental KH Hasyim Asy'ari yang Dikagumi di Kanada

Pergunu Kaji Kitab Monumental KH Hasyim Asy'ari yang Dikagumi di Kanada
Pelatihan Pendidikan Ala Muassis NU di Ngoro (Foto: NU Online/Huzair)
Pelatihan Pendidikan Ala Muassis NU di Ngoro (Foto: NU Online/Huzair)

NU Online Jombang,

Kitab Adabul Alim Wal Muta’alim menjadi populis ketika dikaji di Kanada. Sebab, kitab tersebut menjelaskan tentang tata cara belajar pertama kali yaitu, bagaimana caranya menata hati, bukan pikiran.

 

Hal ini disampaikan Ustadz Abdul Malik, Ketua PAC Pergunu kecamatan Diwek, kabupaten Jombang. Anggota tim kajian keilmuan PC Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), kabupaten Jombang ini menyampaikan kepada peserta pelatihan kompetensi guru mengajar ala muassis NU, Sabtu (14/11/2021).

 

Dalam pelatihan ini, lanjut dia, kitab tersebut juga menjadi salah satu materi yang disampaikan kepada peserta.

Untuk diketahui, kitab Adab Al-‘Alim wal Muta’allim yang berisikan etika orang berilmu dan pencari ilmu, merupakan salah satu dari kitab Kiai Hasyim Asy’ari yang terdapat dalam Irsyadus Syari.

Pembahasan dalam kitab ini setidaknya bisa diklasifikasikan ke dalam tiga bagian. Bagian pertama membahas tentang keutamaan ilmu, keutamaan belajar, dan mengajarkannya. Sementara bagian ke dua membahas tentang etika seorang dalam tahap pencarian ilmu. Sedangkan bagian ke tiga membahas tentang etika seseorang ketika sudah menjadi alim atau dinyatakan lulus dari lembaga pendidikan.

 

“Saya dulu mengkaji kitab Adabul Alim Wal Muta’alim langsung kepada Almaghfurlah KH Ishomuddin Hadizq (Gus Ishom), cucu KH Hasyim Asy'ari saat Ramadhan tahun 1992. Waktu itu saya masih ingat, Gus Ishom menjelaskan bahwa kitab Adabul Alim Wal Muta’alim ini pernah dikaji di Kanada. Orang Kanada terkagum-kagum ketika mengetahui isi dan pengarang kitabnya," paparnya.

 

Orang Kanada, lanjut dia, terkagum-kagum dengan isi dan pengarang kitab ini karena, kitab ini menjelaskan tentang hal terpenting dalam tata cara belajar. Yaitu, mendahulukan untuk menata hati dan bukan pikiran. Sebab, jika hatinya sudah ditata, otaknya nanti akan menata sendiri. 

 

Hal itu, kata dia, berbeda dengan pembelajaran yang saat ini terjadi. Semua konsep teoritik dijelaskan. Sementara menata hatinya tidak diprioritaskan.

 

"Hati harus bersih karena ilmu itu bersih dan hanya bersemayam di tempat-tempat yang bersih. Begitu penjelasan Gus Ishom tentang pembersihan hati kepada saya," ujar pria yang akrab disapa Malik ini disela-sela menyampaikan Materi di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kuncung, Ngoro.

 

Ia menambahkan, metode yang disajikan dalam kitab Adabul Alim Wal Muta’alim ini juga akan dikenalkan ke dunia pendidikan Jombang. Hal ini dilakukan agar lembaga-lembaga pendidikan khususnya yang dibawah naungan NU bisa mempelajari metode ini tentunya dengan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Maupun Kementrian Agama Jombang

 

“Dari awal kami berkomitmen untuk membumikan pemikiran Hadrotusyaikh KH Hasyim Asy’ari di bidang pendidikan yang ada dalam kitab Adabul Alim Wal Muta’alim, Kami munculkan dari Pergunu Jombang karena saya yakin tidak banyak yang mengenal dan mengetahui isi kitab ini," jelasnya.

 

Menurutnya, saat ini Jombang memiliki slogan berkarakter dan berdaya saing. Jika kita gabungkan dengan konsepnya Mbah hasyim di bidang pendidikan dan Pergunu sebagai garda terdepan dalam membumikan gagasan ini," jelasnya.

 

"Bupati Jombang sendiri bersedia menemui, kemudian tindak lanjut dari pertemuan itu dia menyarankan agar dibicarakan dengan Dinas pendidikan dan Kemenag," tutur Ustadz Malik kepada Nu Online Jombang.

 

 

“Kami mempunyai agenda besar untuk menjadi agen penyebar konsep pendidikan yang dibuat oleh Hadratusyaikh KH Hasyim Asy’ari ke Pergunu lain di wilayah jawa timur bahkan di Indonesia," terangnya.

 

Ia menambahkan, rencananya semua Pergunu dilibatkan menjadi tim. Dari tim kecil ini akan dibentuk tim lagi menjadi training of trainer yang dipimpin oleh Gus Yusuf Suharto, H Syamsul Arifin dan Gus Shobih. Sehingga, kalau ini berjalan sinergis dengan pemerintah maka akan ada hal baru dalam dunia pendidikan.

 

"Selama ini pendidikan kita hanya berdasarkan konsep barat. Dengan adanya gagasan ini, ada konsep pesantren yang memberikan warna pada dunia pendidikan kita," katanya.

 

Sementara itu, H Syamsul Arifin, Ketua PC Pergunu Kabupaten Jombang mengatakan, kegiatan pelatihan ini merupakan salah satu program kerja yang menjadi bagian dari visi Pergunu.

 

“Dalam rangka mewujudkan visi dari Pergunu, kami memiliki banyak program kerja yang harus di jalankan. Beberapa diantaranya adalah tentang profesionalisme guru, kesejahteraan guru, dan Keaswajaan," ungkapnya.

 

Ia memaparkan, program panjang untuk melatih dan mengarahkan guru-guru Nahdlatul Ulama (NU) agar mampu mengamalkan ajaran NU telah disusun. Salah satunya adalah pelatihan yang diselenggarakan saat ini.

 

 "Alhamdulillah bisa kita laksanakan secara bertahap pelatihan ini. Untuk minggu ini, kita laksanakan di Kawedanan Ngoro yang meliputi Ngoro, Gudo, Bareng, Wonosalam, dan Mojowarno. Minggu depan, kita di kawedanan yang lain. Selain memberikan pelatihan seni mendidik ala NU, kami juga memberikan pelatihan untuk peningkatan ekonomi guru NU dengan ternak kambing," pungkasnya.

 

Kontributor : Sohibul Huzair Ellathoillah

Editor : Fitriana


Daerah Terbaru