• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Neraca BMTNU Nasional Fiqih Khutbah Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya
Senin, 5 Desember 2022

Daerah

Nyai Hj Lily Khodijah Wahid Wafat, Jenazah Akan Dimakamkan di Tebuireng

Nyai Hj Lily Khodijah Wahid Wafat, Jenazah Akan Dimakamkan di Tebuireng
Ibu Nyai Hj Lily Khodijah Wahid (Sumber: Google)
Ibu Nyai Hj Lily Khodijah Wahid (Sumber: Google)

NU Online Jombang,

Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Raji'un, telah berpulang ke Rahmatullah, adik ketiga dari almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yakni Nyai Hj Lily Khodijah Wahid binti KH A Wahid Hasyim pada hari Senin (9/05/2022) pukul 16.28 WIB di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

 

"Husnul khatimah Insyaallah. Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Raji'un. Telah berpulang ke Rahmatullah, Ibu Nyai Hj Lily Khodijah Wahid binti KH A Wahid Hasyim pada hari Senin, 9 Mei 2022 pukul 16.28 WIB di RSCM Jakarta," ujar Irfan Asy'ari Sudirman Wahid dalam laman instagram pribadinya.

 

Menurut keterangan pria yang akrab disapa Gus Ipang ini, jenazah akan disemayamkan di West Covina Blok SH 6/31, Kota Wisata Cibubur, Bogor. Kemudian, akan dimakamkan di Pondok Pesantren Tebuireng.

 

"Insyaallah jenazah akan dimakamkan di pesantren Tebuireng Jombang. Besok (Selasa,10/05/2022) berangkat dari rumah duka pukul 05.00 WIB. Estimasi kedatangan jenazah di pondok pesantren Tebuireng pada pukul 07.00 WIB," terangnya.

 

Mengutip keterangan alumni Pesantren Ciganjur, Mustiko Dwipoyono, sebelumnya, Hj Lily Wahid sempat mendapatkan perawatan di RSCM dan dalam kondisi stabil. 

 

"Ia juga sempat menghubungi kakaknya, Gus Umar Wahid melalui sambungan telepon. Namun Allah berkehendak lain. Beliau dipanggil oleh Allah swt sekitar pukul 16.28 WIB," jelas Mustiko dalam keterangannya pada NU Online.

 

Sosok Lily Wahid yang Cerdas dan Teguh dalam Berpolitik

Melansir Tebuireng Online, Hj Lily Chodijah Wahid atau yang akrab dipanggil Lily Wahid diketahui adalah adik kandung Gus Dur yang lahir pada 4 Maret 1948. Ia merupakan anak kelima dari pasangan suami istri KH A Wahid Hasyim dengan Ibu Nyai Solichah A Wahid Hasyim. 

 

Usianya baru lima tahun ketika sang ayah pergi wafat meninggalkannya. Tapi Lily Wahid menghabiskan masa kanak-kanaknya dengan baik tanpa halangan. Nilai sekolahnya pun tidak pernah jelek. Sebab, Lily kecil jatuh cinta dengan aktivitas membaca. Tak cuma itu, Lily juga menyukai kesenian.

 

Selain itu, masa-masa sekolahnya tidak hanya digunakan untuk belajar melainkan juga berorganisasi. Karena sifatnya yang senang bergaul dan kumpul-kumpul, keaktifannya tersebut tentu tak lepas dari pengaruh sosok sang ibu yang juga aktif. 

 

Ketika duduk di bangku SMA, Lily elah aktif di IPPNU dan KAPPI. Ia menjabat sebagai Ketua 1. Berkat keberanian yang kepercayaan diri yang luar biasa, ia juga memindahkan IPPNU dari Yogyakarta ke Jakarta.

 

Di usia 18 tahun, adik kandung Gus Dur itu tampil di panggung bersama Husni Thamrin, tokoh muda penggerak massa yang sangat terkenal di masa peralihan.

 

Lily yang tegas dan teguh pendirian juga sempat mengingatkan nahdliyin, bahwa berkhidmah di NU harus diniatkan untuk beribadah. Dia merasa yakin apabila menjadi pengurus  NU dengan niat ibadah, maka Allah Swt akan membalasnya dengan berbagai kemudahan dalam perjalanan hidup.

 

Dia juga mengingatkan manakala ada orang yang niat jadi pengurus selain ibadah, sangat berbahaya. ‘’NU niku malati lho, segera luruskan niat,’’ tegasnya


Daerah Terbaru