• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Neraca BMTNU Nasional Fiqih Khutbah Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya
Senin, 5 Desember 2022

Daerah

KH Husein Ilyas: Ada Tiga Golongan Ruh Dalam diri Manusia

KH Husein Ilyas: Ada Tiga Golongan Ruh Dalam diri Manusia
Peringatan 100 hari Kiai Jamaluddin Ahmad (Foto: NU Online/Ali Purnomo)
Peringatan 100 hari Kiai Jamaluddin Ahmad (Foto: NU Online/Ali Purnomo)

NU Online Jombang,
Peringatan seratus hari wafatnya KH Moh Jamaluddin Ahmad  yang digelar di Pondok Pesantren Bumi Damai Al Muhibbin, Tambakberas Jombang dihadiri para Ulama. Salah satunya adalah Kiai karismatik, KH Husein Ilyas dari Kabupaten Mojokerto.

 

KH Husein Ilyas dalam ceramahnya menerangkan, dalam diri maanusia itu terdapat dua hal yaitu roh dan sukma.

 

"Kalau kita ditinggal sukma pasti tidur. Dan, tidur itu jika diikuti akal, maka ketika bermimpi, saat bangun akan ingat semua yang diimpikan. Tetapi, jika saat tidur tidak diikuti akal, maka walaupun mimpinya banyak sekali, kita tidak akan ingat sama sekali semua mimpi tersebut," terang Kiai Husein.

 

Menurutnya, Ruh itu diklasifikasikan menjadi 3 golongan yakni Ruh Mutajarridah, Ruh Mutafariqoh, dan Ruh Mutasorrifah.

 

Kiai Husein menjelaskan, Ruh Mutajarridah itu artinya, orang yang masih hidup bisa berkomunikasi dan berhubungan dengan orang yang sudah meninggal secara lengkap.


Sementara, Ruh Mutafarriqoh, lanjut dia, orang yang masih hidup bisa berbicara dan berkomunikasi dengan janin bayi dalam kandungan.

 

"Yang terakhir, Ruh Mutasorrifah itu orang yang masih hidup bisa berinteraksi langsung dengan orang yang juga masih hidup walaupun jaraknya sejauh apapun," jelasnya.

 

Ia memberikan contoh, orang yang berada di Indonesia bisa saling ngobrol dengan orang yang berada di negara Arab tanpa bantuan telepon selular sekalipun. Itulah yang disebut dengan Ruh Mutasorrifah.

 

Kiai Husein menambahkan, sedikit sekali penjelasan tentang Ruh yang sengaja diberikan Allah kepada manusia. 

 

"Allah berfirman bahwa Ruh itu urusanKU bukan urusanmu. Artinya, Ruh itu urusannya Allah bukan urusan manusia," pungkasnya mengakhiri ceramah.


Daerah Terbaru