• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Rabu, 24 April 2024

Daerah

KH Anwar Zahid Sebut Nabi itu Teladan Abadi, Sementara Kiai Pernah Ghasab Sandal

KH Anwar Zahid Sebut Nabi itu Teladan Abadi, Sementara Kiai Pernah Ghasab Sandal
KH Anwar Zahid, Pengasuh Ponpes Sabilunnajah Bojonegoro saat mengisi tausiah dalam rangka Maulid Nabi Muhammad Saw (Foto: NU Online/Achmad Subakti)
KH Anwar Zahid, Pengasuh Ponpes Sabilunnajah Bojonegoro saat mengisi tausiah dalam rangka Maulid Nabi Muhammad Saw (Foto: NU Online/Achmad Subakti)

NU Online Jombang,

Peringatan maulid nabi mengingatkan kita, bahwa kiai dan nabi itu sangat berbeda. Kalau nabi, seluruh aktivitas hidupnya ikhlas. Seluruh perjuangan dakwahnya ikhlas.

 

Hal ini disampaikan oleh KH Anwar Zahid saat mengisi pengajian umum yang diadakan oleh warga Dusun Gedang, Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Senin (03/10/2022). 

 

"Kalau kiai, ketika ceramah masih nyuguhi ngombe (menyediakan minuman. Red), membuatkan berkat dan lain sebagainya," kata kiai yang masyhur dengan guyonannya ini. 

 

Kiai Anwar menuturkan, kanjeng nabi itu lahir dalam keadaan sae (baik. Red). Jadi anak-anak kemudian tumbuh berkembang menjadi remaja juga sae (baik. Red). Kemudian saat dewasa, tambah sae (baik. Red). Sampai klimaksnya wafat dalam keadaan sempurna kebaikannya. 

 

Jadi, menurut Kiai Anwar Zahid, kebaikan kanjeng nabi itu lurus dan stabil. Sedikitpun tidak ada celah, tidak ada noda. Kanjeng nabi tidak ada jeleknya sama sekali. Isinya bagus semua. 

 

"Kalau kiai, sebagus-bagusnya kiai pasti punya masa lalu yang ada tidak bagusnya. Misalnya kiai di pondok dulu pernah ghasab sandal. Pernah di warung ambil pisang goreng 5 tapi bayarnya 3. Setiap orang baik pasti punya masa lalu yang ada jeleknya meskipun sedikit. Dan setiap orang jelek ada harapan punya masa depan yang baik," paparnya. 

 

Pengasuh Pondok Pesantren Sabilunnajah Bojonegoro ini menegaskan, kanjeng nabi diutus sebagai teladan abadi. Yakni uswatun hasanah. Teladan kebaikan dalam seluruh aspek kehidupan. Agar manusia menjadi baik dan benar serta diridhoi oleh Allah SWT. 

 

"Tuntunan Rasulullah itu disebut agama yang wajib kita yakini bahwa islam adalah agama yang haq, yang diridhoi oleh Allah SWT," tuturnya.


Daerah Terbaru