• logo nu online
Home Warta Daerah Bahtsul Masail Nasional Neraca BMTNU Fiqih Khutbah Keislaman Amaliyah NU Opini Humor BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya
Rabu, 17 Agustus 2022

Daerah

Jangan Bawa 'Bendera' IPNU-IPPNU ke dalam Politik Praktis

Jangan Bawa 'Bendera' IPNU-IPPNU ke dalam Politik Praktis
Pembina IPNU Jombang, H Taufik Jalil menyampaikan sambutannya di Rapimcab IPNU-IPPNU. (Foto: Istimewa)
Pembina IPNU Jombang, H Taufik Jalil menyampaikan sambutannya di Rapimcab IPNU-IPPNU. (Foto: Istimewa)

NU Jombang Online, 
Pembina Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Jombang, H Taufik Jalil mengimbau kepada kader-kader IPNU-IPPNU agar menjaga organisasinya dari politik praktis. Menurutnya, kader IPNU-IPPNU hendaknya fokus dengan program-program organisasi yang sudah dirumuskan. 

Demikian ini disampaikannya saat Rapat Pimpinan Cabang (Rapimcab) IPNU dan  Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PPNU) Jombang di Ruang Bung Tomo Pemerintah Kabupaten Jombang, Sabtu (3/10). 

"Bendera IPNU-IPPNU jangan diserahkan pada partai manapun di dunia ini, insyaallah organisasi kalian akan selamat jika bendera IPNU dan IPPNU itu masih bagian dari bendera Nahdlatul Ulama (NU)," tuturnya.

NU adalah organisasi yang sangat besar dan didirikan oleh ulama-ulama berpengaruh. Mereka memperjuangkannya dengan gigih dan demikian ikhlas, sehingga keberadaan organisasi keagamaan dan kemasyarakatan terbesar di Indonesia ini masih diperhitungkan. Karenanya, para penerus, termasuk kader IPNU-IPPNU harus bertekad melanjutkan perjuangan ulama-ulama terdahulu. Tidak mencampuradukkan kepentingan organisasi dengan politik praktis.

"Silakan dijaga betul komitmen kalian dalam berjuang untuk NU, saya juga ingatkan apa yang pernah dikatakan oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari 'siapa saja yang mau mengurus NU akan saya anggap sebagai santriku, dan siapa saja yang jadi santriku saya doakan saat meninggal husnul khatimah'," imbu Kepala Kemenag Jombang ini.

Ia menegaskan, bila kader-kader IPNU-IPPNU sampai membawa bendera atau almamater organisasi pada partai politik, maka satu tanda kehancuran organisasi sudah nampak. Ini, kata dia, bukan berarti kader IPNU-IPPNU dilarang mendukung seniornya yang maju dalam kontestasi panggung politik, kader IPNU-IPPNU boleh-boleh saja ikut berpartisipasi memberikan dukungan politik, tetapi harus profesional, tidak membawa organisasi IPNU-IPPNU yang disandangnya ke tanah politik.

Kegiatan Rapimcab dihadiri oleh Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab, sejumlah pengurus IPNU-IPPNU dari tingkat cabang, pengurus anak cabang hingga pengurus IPNU-IPPNU yang ada di desa.

"Saya ucapkan selamat atas Rapimcab PC IPNU-IPPNU Jombang, mudah-mudahan ke depannya semakin hebat, semakin jaya, dan bisa bermanfaan bagi kita semua," pungkasnya.

Pewarta: Septy Yuanita
Editor: Syamsul Arifin 


Editor:

Daerah Terbaru