• logo nu online
Home Warta Daerah Bahtsul Masail Nasional Neraca BMTNU Fiqih Khutbah Keislaman Amaliyah NU Opini Humor BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya
Rabu, 17 Agustus 2022

Daerah

Audiensi dengan Pemkab, PC PMII Jombang Minta Perbaiki 3 Sektor Terdampak PPKM

Audiensi dengan Pemkab, PC PMII Jombang Minta Perbaiki 3 Sektor Terdampak PPKM
Audiensi PC PMII Jombang dengan Bupati Jombang (Foto : PC PMII Jombang)
Audiensi PC PMII Jombang dengan Bupati Jombang (Foto : PC PMII Jombang)

NU Jombang Online, 
Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Jombang audiensi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat di Pendopo Kabupaten Jombang, Rabu (3/8).

Dalam audiensi ini, PC PMII Jombang meminta Pemkab untuk segera membenahi 3 sektor yang terdampak akibat kebijakan PPKM, 3 hal yang menjadi tuntutan dalam audiensi kali ini adalah bidang kesehatan, bidang pendidikan, dan ekonomi.

Poin pertama, PMII Cabang Jombang mempertanyakan dan mempermasalahkan tingginya angka Covid-19. PMII menyayangkan lonjakan kasus positif Covid-19 yang masih tinggi di wilayah bekas Kabupaten Mojokerto itu. Walaupun penerapan PPKM Darurat 1 bulan ini, cukup menekan angka penyebaran Covid-19.

"Kedatangan kami ke sini adalah mempertanyakan bagaimana efektivitas pemerintah Jombang dalam penanggulangan dan penanganan Covid-19. Juga mengenai vaksinasi massal yang sampai menyebabkan kerumunan. Harusnya pemerintah Jombang mengantisipasi hal itu dengan memberikan edukasi kepada masyarakat," tegas Muhammad Arif Hakim, Ketua PC PMII Jombang.

Pada poin kedua, PMII Jombang juga mempermasalahkan tentang kondisi sinyal yang buruk. Akibatnya banyak siswa-siswi di Kabupaten Jombang yang mengeluhkan jaringan lambat. Sehingga hal ini berdampak terhadap efektivitas siswa ketika Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

"Mengenai akses internet ini kami menyayangkan adanya perbedaan jaringan yang bertolakbelakang. Misalnya saja Kecamatan Peterongan dan Kecamatan Wonosalam. Layaknya hal ini dievaluasi agar jangan sampai bantuan kuota internet terbuang percuma (muspro)," jelas Arif.

Pada poin ketiga, PMII Jombang menyayangkan kebijakan-kebijakan yang berimbas kepada pedagang kaki lima (PKL), seperti pemadaman lampu jalan. Hal ini membawa imbas terhadap penurunan omzet para pedagang kecil di wilayah Kabupaten Jombang.

"Kami juga merasa kasihan terhadap PKL akibat kebijakan pemadaman lampu jalan. Mereka pemasukannya sudah sangat berkurang drastis akibat aturan ini. Saya harap pemerintah Jombang nantinya bisa memberikan bansos lebih merata kepada masyarakat-masyarakat kecil yang terdampak," ungkapnya.

Menanggapi hal ini, Bupati Jombang, Hj Munjidah Wahab mengatakan faktor utama lonjakan Covid-19 adalah klaster isoman pada keluarga. 

"Adanya proses peningkatan terkonfirmasi positif faktor utamanya adalah adanya klaster keluarga yang di mana pasien isoman menularkan virus kepada keluarga terdekat," jelas Munjidah.

Upaya yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Jombang saat ini adalah pengadaan rumah sehat. Rumah yang peruntukannya sebagai tempat isolasi terpusat di Kabupaten Jombang. 

"Fasilitas full disediakan oleh Pemkab, Adapun fasilitas yang didapatkan adalah (tenaga medis mulai dari perawat dan dokter, asupan makanan hingga peralatan tidur dan lainnya) Rumah Sehat ini tersebar di setiap kecamatan di Kabupaten Jombang," terangnya.

Namun, fakta di lapangan membuktikan masyarakat Jombang cenderung takut apabila memakai fasilitas rumah sehat. Selain itu stigma menjadi pasien positif Covid-19 pada masyarakat Jombang membuat kebanyakan masyarakat Jombang enggan.

"Namun setelah berjalan seminggu hasil yang dilihat banyak masyarakat yang tidak mau diisolasi di rumah sehat dikarenakan anggapan tidak mau dikucilkan dan tidak mau dianggap terpapar Covid-19," tuturnya.

Terkait sektor layanan pendidikan, Bupati Jombang berjanji akan bertemu dengan para provider-provider untuk mengecek kelancaran akses internet di Kabupaten Jombang. 

"Mengenai pendidikan akan dibahas kembali tentang paket internet agar provider yang diberikan sesuai dengan lokasi di mana sinyal provider tersebut memadai," tegasnya.

Pada sektor ekonomi, Bupati Jombang mengaku pemadaman penerangan lampu jalan (PJU) dimaksudkan untuk menekan angka mobilitas.

"Penerapan kebijakan mengenai pemadaman lampu jalan serta penyekatan jalan sesuai dengan peraturan pemerintah pusat. Jika tidak dilakukan maka telah melanggar aturan yang telah dibuat. Ikhtiar tersebut digunakan untuk menekan kegiatan masyarakat yang cukup besar," terangnya.

Di akhir audiensi, Munjidah Wahab menyampaikan apresiasi terhadap upaya PC PMII Jombang dalam bersinergi bersama melawan Covid-19 di Kabupaten Jombang. Salah satunya adalah pendirian Satgas Covid PC PMII Jombang. 

"Pemkab berterima kasih dan siap bersinergi kepada PC PMII Jombang yang akan melakukan kegiatan berupa pembentukan Satgas Covid PC PMII Jombang di mana programnya adalah melakukan vaksinasi untuk tataran mahasiswa yang akan bekerja sama dengan kampus di Jombang serta masyarakat sekitar di instansi komisariat se-Jombang. Tak hanya itu Satgas ini juga akan melakukan edukasi kepada masyarakat dan mahasiswa mengenai penyembuhan, penangana dan pencegahan mengenai Covid-19," pungkasnya.

Kontributor: Rohmadi
Editor: Ahmad 


Editor:

Daerah Terbaru