• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Jumat, 19 April 2024

Daerah

Ansor Jombang : Anak Muda Wajib Aktif di Organisasi NU

Ansor Jombang : Anak Muda Wajib Aktif di Organisasi NU

NU Jombang Online, 
Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jombang, Jawa Timur, H Zulfikar Damam Ikhwanto menyatakan, anak muda hendaknya hati-hati dalam memilih organisasi. Tak sedikit organisasi yang eksis saat ini mengiringi perkembangan zaman. Namun, menurutnya, memilih organisasi yang berlatar belakang Nahdlatul Ulama (NU) adalah pilihan yang tepat, terlebih untuk para pemuda.

Demikian ini disampaikannya saat acarara Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor di Masjid Agung Baitul Mu'minin Sabtu malam (20/7). Ia mengemukakan, ada banyak organisasi NU yang bisa dipilih anak muda sesuai dengan latar belakangnya masing-masing.

"Anak muda saat ini, wajib aktif ikut organisasi, seperti di Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) di tingkat pelajar, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di tingkat mahasiswa, Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) di tingkat sarjana, GP Ansor dan seterusnya," jelasnya.

Sejumlah organisasi di atas didirikan oleh tokoh-tokoh dan ulama-ulama besar. Dalam mendirikan organisasi, mereka juga tak sembarangan. Ada tirakat-tirakat yang dilakukan guna meyakinkan keberadaan organisasi tersebut senantiasa memberikan manfaat.

"Jamiyah Nahdlatul Ulama adalah organisasi yang besar, karena didirikan oleh ulama sekaliber KH. Hasyim Asy'ari, KH. Wahab Khasbullah, KH. Bisri Syamsuri yang tak diragukan kealiman dam kejeniusannya," ujarnya.

Oleh Karenanya, imbuh pria yang biasa disapa Gus Antok ini, ulama-ulama terdahulu dan pengikutnya sangat jarang ditemui alpa dalam menghidupkan organisasi yang didirikan, meski banyak tantangan yang melintang. Tantangan tersebut juga tak semata tantangan yang dapat mengganggu eksistensi organisasi, namun lebih dari itu, berkaitan langsung dengan nyawa para ulama. Namun, tambahnya, bagi ulama tidak ada waktu udzur dalam berjuang.

"Tiada waktu udzur dalam berjuang adalah wasiat menjadi jimat agar dimanapun berada ingat Ahlussunnah wal jamaah," ungkap Gus Antok.

Demikian itu menurut pandangannya harus menjadi teladan, utamanya bagi anak-anak muda. Perjuangan para ulama adalah warisan untuk generasi saat ini. 

Kegiatan Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor di Kota Santri ini diawali dengan seni hadarah Ishari. Kemudian disambung dengan istighosah bersama. 

"Kegiatan ini sudah menjadi rutinan kita. Semoga tetap diberikan keistiqamahan," ucap pria yang juga Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jombang ini.

Hadir pada kesempatan ini, puluhan kader Ansor dan beberapa anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Tampak pula Ketua RMINU Jawa Timur, KH Zaky Hadzik sebagai pembicara kali ini. (Rifqi Nurul Hidayat/Syamsul Arifin) 


Editor:

Daerah Terbaru