• logo nu online
Home Warta Daerah Bahtsul Masail Nasional Neraca BMTNU Fiqih Khutbah Keislaman Amaliyah NU Opini Humor BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya
Rabu, 29 Juni 2022

Daerah

Ahmad Alfaiq Sabet Juara 1 Pencak Silat Pagar Nusa Seni Tunggal

Ahmad Alfaiq Sabet Juara 1 Pencak Silat Pagar Nusa Seni Tunggal
Ahmad Alfaiq Sabet Juara 1 Pencak Silat Pagar Nusa Seni Tunggal. (Foto: NU Online Jombang/Siti Ratna Sari)
Ahmad Alfaiq Sabet Juara 1 Pencak Silat Pagar Nusa Seni Tunggal. (Foto: NU Online Jombang/Siti Ratna Sari)
NU Online Jombang, 
Fatecha Ahmad Alfaiq, pendekar Pagar Nusa ranting NU Kepatihan, Kecamatan Jombang telah membawa nama baik Kabupaten Jombang. Pasalnya ia berhasil menyabet juara I seni tunggal Pencak Silat Pagar Nusa kategori usia dini. Atas prestasinya, siswa kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 mendapatkan piala dan sertifikat.
 
Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Santri ini diselenggarakan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur secara virtual beberapa waktu lalu. Diikuti oleh 40 peserta.
 
"Acara yang digelar oleh PWNU Jatim ini dilaksanakan di Kantor PWNU. Namun karena Faiq ini mengikuti lomba Seni Tunggal Pencak Silat, jadi kami hanya mengirim video saja," ungkap Hibnu, ayahanda Faiq kepada NU Online Jombang saat ditemui, Senin (25/10/2021). 
 
Hibnu menjelaskan bahwa seni dalam Pencak Silat lebih sulit jika dibandingkan dengan bertanding. Tetapi masyarakat pada umumnya menganggap bahwa bertanding lebih sulit.
 
Ia menambahkan bahwa dalam seni pencak silat ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu fisik, mental, kesempurnaan jurus, pola pernapasan, dan manajamen waktu.
 
Ia menjelaskan, menurut Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), seni dalam pencak silat memiliki waktu 3 menit, tidak boleh lebih dan tidak boleh kurang, karena akan mempengaruhi hasil penilaian.
 
"Kalau seni dalam pencak silat sendiri banyak. Ada seni tunggal, seni beregu, dan seni ganda. Biasanya kalau bertanding pelatih juga memberikan instruksi menurunkan tangan jika gerakannya terlalu cepat. Lalu, menaikkan tangan keatas jika gerakan terlalu lambat," imbuhnya.
 
Faiq memang memiliki bakat dan potensi dalam pencak silat. Terbukti ia sudah pernah mengikuti lomba bertanding di Kesamben, Jombang dan seni anak usia dini di Kediri. Dua ajang itu dilalui dengan baik, hingga mendapatkan juara 2.
 
Usaha tidak akan menghianati hasil. Itulah yang ada pada diri Faiq, anak usia dini yang berasal dari Kepatihan Jombang. Ia berlatih secara rutin bersama ayahnya yang juga memiliki latar belakang pesilat. Ia berlatih satu minggu sekali bersama teman-temannya dan dilatih oleh seorang pelatih dari Kesamben.
 
"Biasa aja meskipun sudah juara 1," ujar Faiq.
 
"Memang Faiq ini anaknya cuek, jadi kalau ditanya bagaimana perasaannya ketika ia telah menjadi juara, jawabannya pasti biasa aja. Tapi kalau dia kalah, dia akan nelongso (sedih)," tambah Hibnu.
 
Sementara itu, Ketua Ranting Kepatihan, H Mansur sangat mengapresiasi dan bangga atas juara yang diraih oleh Faiq. 
 
"Alhamdulilah, turut bangga. Bisa memicu temannya untuk bergabung supaya memiliki kegiatan yang produktif," ungkapnya.
 
Ia berharap ke depannya Pagar Nusa turut diperhatikan sama halnya dengan Banom NU lainnya. Mengingat kurangnya fasilitas untuk menunjang pelatihan, seperti matras.
 
Kontributor: Siti Ratna Sari
Editor: Ahmad


Daerah Terbaru