Seminar di Unwaha: Jombang Terancam Krisis Air

Seminar di Unwaha: Jombang Terancam Krisis Air

NU Jombang Online,
Kondisi ketersediaan air di Kabupaten Jombang saat ini masih berlebih.
Namun, jika tidak dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin akan
terjadi krisis air dalam rentang waktu 20 tahun mendatang.

Hal itu sebagaimana diungkapkan pembantu Dekan Fakultas Pertanian
Universitas Brawijaya Malang, Didik Suprayogi, usai menjadi pembicara
dalam seminar sehari memperingati hari air sedunia, di aula Yayasan
Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang, Sabtu (22/2).

“Kalau kondisi air di Jombang sekarang ini surplus. Air masih cukup
untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Tetapi ancaman krisis (air) tetap
ada, apalagi jika air yang lebih dari cukup ini tidak dikelola dengan
baik,” ungkap Didik.

Dia menjelaskan, faktor pertambahan penduduk di Indonesia dan dunia
menjadi faktor pendukung potensi terjadinya krisis air. Disamping itu,
kemampuan alam menyerap dan menyimpan air yang semakin rapuh membuat
krisis air kian terbuka potensinya.

“Ujung-ujungnya masalah ini adalah karena faktor demografi, yakni
bertambahnya jumlah penduduk yang diikuti dengan meningkatnya
kebutuhan. Ancaman yang terlihat dalam rentang waktu dua puluh hingga
tiga puluh kedepan, dunia akan mengalami krisi air, pangan dan krisis
energi,” kata Didik.

Kondisi itu, lanjut Didik, didukung oleh labilnya alam yang tidak
menyerap dan menyimpan air. “Krisis air terjadi, salah satunya karena
kondisi alam. Jika tanaman hutan adalah tanaman yang kurang bisa
menyerap air, ancaman krisis air semakin dekat,” tambahnya.

Untuk menekan potensi terjadinya krisis air, Didik berharap adanya
perbaikan perilaku manusia. Budaya menyia-nyiakan air hingga
menggunakan air secara berlebihan perlu ditinggalkan. “Termasuk
melakukan peremajaan tanaman yang memiliki kemampuan menyerap dan
menyimpan air,” pungkas.

Seminar bertajuk “Menabung air sejak dini untuk menjaga lingkungan
tetap lestari” digelar menyongsong peringatan hari air se-dunia yang
jatuh pada 2 Maret mendatang. Kegiatan itu diselenggarakan oleh
Universitas Wahab Hasbullah (Unwaha) di aula Yayasan Pesantren Bahrul
Ulum Tambak Beras Jombang.

Hadir sebagai pembicara, Didik Suprayogo, Ph.D, pembantu Dekan
Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang; Pakar tanaman dan
pertanian, Prof. Kurniatun Hairiah; serta pakar energi, Teguh Utomo.
dua ratusa siswa dari sejumlah SLTA di Jombang mengikuti seminar
tersebut.

“Kegiatan ini bertujuan menanamkan kepada siswa agar sejak dini mau
melakukan kegiatan yang bisa mendukung upaya kelestarian air,” ujar
Shanty Nicolas, ketua panitia. (s@if)

Categories: Berita Utama

About Author