Menu Click to open Menus
Home » Berita Utama » Peternak Keluhkan Sulitnya Mendapatkan Kredit

Peternak Keluhkan Sulitnya Mendapatkan Kredit

(135 Views) August 3, 2010 4:48 am | Published by | No comment

Jombang, NU Jombang Online
Kalangan peternak sapi di kabupaten Jombang mengeluhkan sulitnya
mengakses program pemerintah yang digulirkan melalui Kredit Usaha
Pembibitan Sapi (KUPS). Kredit sapi ini dinilai masih dinikmati
kelompok tertentu saja.
” Sejak bulan Februari kita sudah mengajukan, agunan juga sudah
terkumpul semua, namun belum ada kepastian cairnya,”ungkap Tohari
Peternak asal Kecamatan Megaluh dalam seminar Pemberdayaan Ekonomi
berbasis Pertanian dan Peternakan yang diselenggarakan PC GP Ansor
Jombang, Minggu (1/8) di PP Bahrul Ulum Tambakberas Jombang.
Lelaki yang menjadi koordinator kelompok peternak yang tergabung dalam
Asosiasi Pedagang Daging (APDI) di empat kecamatan ini mengaku telah
memiliki anggota sebanyak 100 peternak. “ Apakah program KUPS ini
hanya sekedar gembar gembor bahwa ada kredit sapi, namun tidak bisa
cair,”tandasnya.
Menjawab keluhan ini, Bambang Susanto, MSc dari Kepala Pusat
Pembiayaan Pertanian Kementrian Pertaninian RI yang hadir sebagai nara
sumber mengatakan bahwa untuk mendapatkan KUPS, semua prosedur harus
dilewati sesuai dengan peraturan Menteri Keuangan dan Menteri
Pertanian. “ Karena yang boleh mengakses KUPS ketentuannya ada 3,
yakni  kelompok peternak atau gabungan kelompok peternak, kemudian 2.
Koperasi, serta perusahaan- Selain itu tidak boleh,”jelasnya.
KUPS Lanjut Bambang, diberikan langsung kepada masing-masing individu,
calon debitur tanpa perantara. Persyaratan KUPS adalah harus ada pola
kerjasama kemitraan yang di peraturan kementrian kuangan.
“Persyaratannya harus dipenuhi semua, termasuk Rekomendasi dari dinas
di masing-masing daerah.,”jelasnya, seraya buru-buru mengatakan tidak
semua yang direkomendasi dapat di cairkan, karena kriteria kelompok
yang berhak mendapatkan adalah kelompok prospektif untuk dikucurkan
dananya.
Pengucuran program KUPS, tambah Ida yang mendampingi Bambang
diutamakan bagi kelompok yang memang sudah terbiasa menjadi peternak.
“Kami utamakan adalah yang sudah biasa beternak. Jangan sampai masih
pelaku yang baru. Dengan model kandang baru dan modal banyak belum
tentu berhasil,”tandasnya.
Ida menjamin pengajuan kredit akan segera diproses jika telah memenuhi
syarat dan telah diajukan ke pusat.” Apakah sudah diajukan ke pihak
kami. Kalau sudah masuk maka bisa di proses. Selama bapak belum
mengajukan maka tidak bisa di proses,”tambahnya.
Sementara itu, Nusron Wahid Pengurus Lembaga Pengembangan Pertanian
(LP2NU) mengatakan bahwa sebenarnya model subsidi yang dilakukan oleh
pemerintah seperti KUPS ini tidaklah menjadi perlu manakala bank- bank
di Inodnesia telah memenuhi standar Benchmark convention.” Yang bagus
bagaiman menekan bank untuk efisien, yaitu net interest
margin,”uangkapnya.
Mantan Ketua Umum PB PMII ini membeberkan, bahwa sistem bunga
diindonesia harus disesuaikan dengan standart internasional. Karena
bunga kredit melalui perbankkan dinilai sangat tinggi. “ Bunga bank di
Indonesia itu tergolong paling tinggi di dunia, standart internasional
bunga bank hanya 2 persen, dikita ada 4 sampai 6 persen,”beber anggota
dewan yang membidangai perbankkan ini menuturkan.
Tidak hanya bunga bank yang tinggi yang mendapatkan sorotan, Nusron
juga mengkritik perbank kan yang hanya menyediakan dana bagi sektor
pertanian sebesar 14 triliun. Padahal untuk dana untuk kredit sebesar
Rp 2500 triliun.” Untuk sektor pertanian jauh lebih kecil dari sektor
pertambangan, Tol perhotelan, padahal pertanian seharusnya menjadi
pokok di indonesia,”tandas pria yang juga menjadi anggota DPR RI ini
mengatakan.(rur)

Categorised in:

No comment for Peternak Keluhkan Sulitnya Mendapatkan Kredit

Leave a Reply