Memungut Bunga Kamboja Di Kuburan

Memungut Bunga Kamboja Di Kuburan

Deskripsi Masalah

Berdasarkan perkembangan jaman, akhir-akhir ini banyak dijumpai tentang maraknya pencari bunga Kamboja untuk dijual kepada para pengepul Kamboja yang akhirnya disetorkan kepada produsen sabun sebagai salah satu bahan pewangi, di beberapa tempat di wilayah Jombang banyak sekali makam/maqbaroh yang menjadi sasaran pencari bunga Kamboja karena memang di makam-makam sekitar wilayah Jombang banyak sekali ditumbuhi tanaman Kamboja.

 

Pertanyaan

  1. Adakah pendapat ulama yang membolehkan mengambil tanaman, bunga atau buah di makam?
  2. Bila tidak ada bagaimana solusinya?

(As’ilah dari warga nahdliyin di MWC Diwek)

JAWABAN;

  1. Ada, tetapi ketentuan tanaman dan bunga yang boleh diambil harus memenuhi syarat;
  2. Tidak dalam maqbaroh mamlukah (makam yang berstatus milik).
  3. Tanaman dan bunga tersebut tidak sengaja ditaruh di atas pusara.
  4. Tanaman dan bunga tersebut sudah kering, bila di atas pusara.

 

Sedangkan untuk buah, bila tanah berstatus mamlukah maka tidak boleh mengambilnya. Dan jika tanahnya berstatus mauqufah (tanah wakaf) atau musabbalah (makam umum) maka boleh mengambilnya, namun sebaiknya buah tersebut di tasyarufkan untuk kemaslahatan Maqbaroh.

 

Referensi;

 

إعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين (3/ 216)

(فَرْعٌ) ثَمَرُ الشَّجَرِ النَّابِتِ بِالْمَقْبَرَةِ الْمُبَاحَةِ مُبَاحٌ وَصَرْفُهُ لِمَصَالِحِهَا أَوْلَى

(قوله: ثَمَرُ الشَّجَرِ النَّابِتِ بِالْمَقْبَرَةِ الْمُبَاحَةِ) أَيْ لِدَفْنِ الْمُسْلِمِيْنَ فِيْهَا بِأَنْ كَانَتْ مَوْقُوْفَةً أَوْ مُسَبَّلَةً لِذَلِكَ.وَخَرَجَ بِهَا: الْمَمْلُوْكَةُ، فَإِنَّ ثَمَرُ الشَّجَرِ النَّابِتِ فِيْهَا مَمْلُوْكٌ أَيْضًا، وَقَوْلُهُ مُبَاحٌ، خَبَرُ ثَمَرُ، أَيْ فَيَجُوْزُ لِكُلِّ أَحَدٍ الْأَكْلُ مِنْهُ (قوله: وصرفه) أي الثمر.(وقوله: لمصالحها) أي المقبرة كتعميرها. (وقوله: أولى) أي من تبقيته للناس،

Terjemah; (Cabang masalah); Buah dari pohon yang tumbuh di Maqbaroh Mubahah yakni makam umum atau makam wakafan hukumnya Mubah. Adapun mentasyarufkan buah tersebut untuk kemaslahatan Maqbaroh lebih utama. Kecuali makam yang berstatus milik, maka buah dari pohon yang tumbuh di dalamnya menjadi milik pemilik makam tersebut.

 

 

 

 

بغية المسترشدين للسيد باعلوي الحضرمي (1/ 355)

(مسألة: ش): حُكْمُ الشَّجَرِ النَّابِتِ فِيْ أَرْضٍ مَوْقُوْفَةٍ لِسُكْنَى الْمُسْلِمِيْنَ أَوْ الْمَقْبَرَةِ الْمُسَبَّلَةِ أَوْ الْمَوْقُوْفَةِ الْإِبَاحَةُ تَبَعاً لَهَا،

Terjemah; “Hukum pohon yang tumbuh dalam tanah wakaf untuk tempat tinggal kaum muslimin atau makam umum atau makam wakaf adalah Mubah”.

شرح المقدمة الحضرمية المسمى بشرى الكريم بشرح مسائل التعليم (ص: 473)

يُسَنُّ وَضْعُ جَرِيْدَةٍ خَضْرَاءَ عَلَى الْقَبْرِ؛ لِلْاِتِّبَاعِ، لِأَنَّهُ يُخَفَّفُ عَنْهُ بِبَرَكَةِ تَسْبِيْحِهَا؛ إِذْ هُوَ أَكْمَلُ مِنْ تَسْبِيْحِ الْيَابِسِ؛ لِأَنَّ فِيْهِ نَوْعَ حَيَاةٍ.وَقِيْسَ بِهَا: مَا اِعْتِيْدَ مِنْ طَرْحِ الرَّيْحَانِ وَنَحْوِهِ، وَيَحْرُمُ أَخْذُ ذَلِكَ، وَظَاهِرُ هَذَا أَنَّ الْيَابِسَ لَا يَحْرُمُ أَخْذُهُ؛ نَظْراً لِتَقْيِيْدِ الْحَدِيْثِ التَّخْفِيْفَ بِالْأَخْضَرِ بِمَا لَمْ يَيِبسْ.

Terjemah; “Disunnahkan menaruh pelepah kurma yang belum kering di atas pusara karena mengikuti Nabi. Hal itu untuk meringankan siksa mayit sebab berkah pembacaan Tasbih pelepah tersebut. Di Qiyaskan dengan pelepah kurma yang belum kering ialah kebiasaan menaruh bunga dan sejenisnya. Dan haram mengambil pelepah dan bunga tersebut. Melihat dari keterangan ini sesungguhnya pelepah dan bunga yang kering tidakh haram diambil”.

  1. Pertanyaan gugur

Hasil Bahtsul Masail
Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Jomabng
Di  MWC NU Perak Jombang
Ahad, 19 Mei 2013 M / 09 Rajab 1434 H

About Author

Write a Comment

Only registered users can comment.