Kriteria al-Qur’an Terjemah yang Boleh disentuh Orang Hadast

Kriteria al-Qur’an Terjemah yang Boleh disentuh Orang Hadast

Deskripsi Masalah
Al-Qur’an merupakan kalamullah yang di dalamnya mengandung hukum, kalam hikmah dan cerita umat terdahulu. Namun, banyak yang sulit memahaminya, di samping karena menggunakan bahasa Arab, Al-Qur’an juga mempunyai kandungan sastra tinggi. Di masa sekarang, ada cara cepat untuk memahami arti Al-Qur’an yakni dengan membaca terjemah. Adanya terjemahan Al-Qur’an semakin memudahkan orang untuk lebih memahami dan meresapi arti serta kandungannya. Sementara itu, sudah banyak berlaku di masyarakat bahwa terjemahan Al-Qur’an memiliki hukum yang sama dengan tafsir, yakni boleh di pegang dalam keadaan hadats. Berikut ini tabel contoh perbandingan jumlah ayat dan terjemah dari surat al-Baqarah ayat 1-2:

Pertanyaan

Apa kriteria terjemah atau semisalnya (keterangan kandungan Al-Qur’an dalam bahasa lain) bisa memiliki hukum tafsir yang konsekuensinya boleh dipegang orang hadats?

Jawaban:
Kriteria terjemah Al-Qur’an bisa memiliki hukum tafsir (yang konsekuensinya boleh dipegang orang hadats jika jumlah hurufnya lebih banyak dari Al-Qur’an) adalah terjemah tafsiriyyah, yaitu terjemah yang menerangkan kandungan makna. Namun apabila terjemah tersebut hanya perpindahan bahasa saja (baik secara lafadz maupun urutannya) maka dinamakan terjemah charfiyyah (yang tetap tidak boleh dipegang oleh orang yang hadats).

 

Diambil dari:
Keputusan Bahtsul Masa`il PWNU Jawa Timur
di PP. Manba`ul Ma’arif Denanyar Jombang
14-15 Jumadil Akhir 1436 H/4 – 5 April 2015 M

Categories: Bahtsul Masail

About Author