Faktor Pembentuk Muslim Menjadi Fundamentalis

NU Jombang Online,
Ada beberapa faktor yang membuat beberapa banyak muslim masuk dalam organisasi muslim fundamentalis.

“Ada beberapa faktor yang menyebabkan para muda muslim rentan masuk pada organisasi muslim fundamentalis, yaitu, lingkungan keluarga, lingkungan pendidikan dan latar keilmuan, program mentoring, peran beberapa orang guru dan dosen dan pemahaman terhadap teks keagamaan” ujar Yusuf Suharto dalam diskusi dengan tema “Membongkar Ideologi Muslim Fundamentalis pada Senin (28/05) di kantor MWCNU Ngusikan Jombang.

“Para kader Nahdlatul Ulama juga rentan untuk masuk dalam kelompok fundamentalis ini, makanya kegiatan rutin kajian, silaturahim yang selama ini menjadi kekuatan kultural NU harus terus digerakkan” ujar Sekretaris Aswaja NU Center Jombang ini di hadapan puluhan kader muda NU yang tergabung dalam Green Student Club (GSC).

Menjawab pertanyaan para peserta diskusi Yusuf mengidentifikasi definisi dan ciri gerakan fundamentalis ini. Menurutnya pada dasarnya setiap muslim semestinya harus memahami agama secara fundamental, namun janganlah menjadi fundamentalis dengan beberapa cirri berikut.

“Fundamentalisme adalah sebuah gerakan dalam paham atau agama yang berupaya untuk kembali kepada apa yang diyakini sebagai dasar-dasar atau asas-asas (fondasi). Biasanya hal ini didasarkan pada pemaknaan secara harfiah semua ajaran yang terkandung dalam Al-Quran, hadits maupun rujukan utama gerakan itu”.

“Gerakan-gerakan ini yang mengikuti paham ini seringkali berbenturan dengan kelompok-kelompok lain bahkan yang ada di lingkungan agamanya sendiri. Mereka kerap menganggap diri sendiri lebih otentik dan dengan demikian juga lebih benar daripada lawan-lawan mereka yang iman atau ajaran agamanya telah “tercemar“.
Dahril Kamal Pembina GSC yang juga pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Jombang menambahkan bahwa kalau para muda NU istiqamah aktif dalam kajian keislaman maka itu salah satu bentuk menghindari dari infiltrasi gerakan radikal fundamentalis.

“Kelompok studi anak-anak muda NU yang diprakarsai oleh Pengurus Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Ngusikan ini secara rutin melakukan kajian setiap Senin sore, dan kalau kita istiqamah niscaya infiltrasi gerakan fundamentalis tidak akan terjadi,”ujarnya disambut tepuk tangan peserta diskusi.(sh)

Categories: Berita Utama

About Author

Write a Comment

Only registered users can comment.