Cabang IPPNU Jombang Sebut PKPTNU-PMII Memiliki Daya Tarik Tersendiri

Cabang IPPNU Jombang Sebut PKPTNU-PMII Memiliki Daya Tarik Tersendiri

NU Jombang Online,
Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Putri Nahdhatul Ulama’ (IPPNU) Jombang, Jawa Timur Aliyah menilai, bahwa organisasi kemahasiswaan antara Pengurus Komisariat Perguruan Tinggi Nahdhatul Ulama’ (PKPTNU) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sama-sama penting dan memiliki daya tarik tersendiri bagi mahasiswa untuk masuk pada salah satunya.

Meskipun dua organisasi tersebut sama-sama berasal dari induk NU dan ruang kaderisasi yang sama yaitu mahasiswa, namun tidak harus menghilangkan salah satu diantara keduanya. Menurutnya, PKPTNU sebagai upaya singkronisasi kader NU yang mulanya masuk Pengurus Ranting atau Pengurus Komisariat (PR/PK) IPNU-IPPNU sejak SMP/MTs hingga SMA/MA. “biar singron wadah kita, mulai dari PR tingkat  SMP/MTs hingga SMA/MA bisa melanjutkan pada PKPTNU ketika mereka sudah mengenal dunia kampus,” katanya kepada NU Online saat dihubungi, Sabtu (5/12) siang.

Ia mengungkapkan, tidak semua kalangan mahasiswa baru khususnya, tertarik untuk bergabung di wadah PMII, sebab mereka masih minim pengetahuan tentang organisasi kemahasiswaan. Mereka juga akan dihadapkan dengan banyak pilihan beberapa organisasi kemahasiswaan yang lebih mengenyampingkan ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) an nahdliyah. “daripada anak-anak NU masuk di HMI, KAMMI, Gema Pembebasan, organisasinya HTI, kita juga tampilkan wadah yang lebih singron pada mereka, yaitu PKPTNU,” tuturnya.

Untuk membangun kesolidan pada dua organisasi ini, lanjut dia, harus ada kerjasama yang sehat baik saat perekrutan anggota baru hingga pada penggemblengan anggota melalui kajian teoritis dan praktisnya nanti. “memang diperlukan kerjasama yang baik antara pengurus PMII dari rayon hingga cabang dengan kader-kader PKPTNU. Sisi kajiannya juga nanti tidak jauh berbeda,” ungkapnya.

Terahir, Aliyah mengatkan upaya mempertahankan dan menyebar luaskan PKPTNU lebih merata di berbagai kampus sudah didiskuskan matang dengan sesama pengurus cabang IPNU-IPPNU setempat. Dan akan diajukan pada kongres IPPNU ke-XVII di Boyolali, Provinsi Jawa Tengah, (4-8 Desember 2015). “kita juga sudah memiliki komitmen untuk mengajukan ide-ide ini di kongres IPPNU ke-XVII,” tandasnya. (Syamsul)

Categories: Berita Utama

About Author