BMT-NU Jombang Buka Cabang di MWC Bareng Bulan Depan

BMT-NU Jombang Buka Cabang di MWC Bareng Bulan Depan

Jombang NU Online,
Lembaga Keuangan Mikro Syari’ah (LKMS) Baitul Maal Wat Tamwil Nahdlatul Ulama (BMT-NU) Jombang bertekad untuk terus mengembangkan lembaganya. Salah satu langkah yang dilakukan badan dibawah naungan Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Jombang ini menggandeng MWC NU Bareng untuk membuka cabang disana.

Sebagai langkah awal BMT-NU bekerjasama dengan MWC NU Bareng mengadakan sosialisasi dan pelatihan manajemen ta’mir masjid di kantor MWC NU Bareng, Rabu malam (12/11). Menurut Muchlis Irawan ketua LPNU Jombang, BMT akan meresmikan cabangnya di kecamatan Bareng pada bulan Desember 2014. Itu sebagai wujud komitmen BMT untuk pengembangan, disamping keinginan Nahdliyin di kecamatan Bareng menjadi anggota BMT sangat tinggi.

“Bulan depan kita buka di sini karena antusiasme warga NU dan masyarakat umum sangat tinggi, bahkan walaupun belum diresmikan cabangnya, saat ini sudah banyak Nahdliyin disini yang menjadi anggota. Selain disini, nanti kita targetkan di seluruh MWC akan dibuka kantor cabang BMT juga,” jelas Muchlis yang juga sekretaris BMT-NU Jombang.

Ditanya terkait kegiatan pelatihan manajemen ta’mir masjid, ia mengatakan pihaknya sengaja memadukan kegiatan dengan program MWC, karena melihat peluang besar keuangan masjid yang selama ini kurang terkelola dengan baik. Sehingga perlu adanya strategi pengembangan agar masjid tidak kebingungan pendanaan dalam pelaksanaan segala kegiatan dan pemberdayaannya.

“Coba bayangkan, berapa banyak masjid NU yang setiap jum’at mendapat amanah amal jariyah dari masyarakat di dalam kotak amal itu, diakumulasikan selama satu bulan sudah berapa, tapi itu kan belum terkelola dengan baik. Sehingga kami menawarkan solusi agar keuangan masjid itu ditabung saja di BMT, biar tersimpan dan terkelola dengan baik, lagian yang akan mendapat keuntungan nanti masjid juga,” papar Muchlis kepada Jombang NU Online.

Hal senada juga disampaikan KH Khairul Anam ketua BMT-NU Jombang saat menjadi pembicara dalam pelatihan manajemen ta’mir masjid. Anam menyampikan usaha pengembangan lembaga keuangan mikro syari’ah PCNU Jombang ini sebagai salah satu cara untuk memudahkan pengembangan organisasi. “Kita berusaha NU tidak lagi kebingungan pendanaan saat melaksanakan kegiatan,” ungkapnya.

Anam mencontohkan pelaksanaan kegiatan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) di salah satu masjid. “Kalau sudah mempunyai tabungan kas masjid di BMT, maka sudah pasti pendanaan kegiatannya tidak akan bingung, panitia tinggal jalan. Bahkan BMT-NU juga akan membantu, misalkan konsumsinya atau yang lainnya,” katanya.

Pemateri lainnya KH Zawawi Faruq juga memaparkan pemberdayaan masjid harus dikembalikan seperti konsep zaman nabi yang salah satunya dari sektor perekonomian. “Saatnya kita memberdayakan umat dan masjid dari aspek perekonomian, demi keberlangsungan kegiatan dan kesejahteraan masjid,” katanya.

Sementara peserta yang mengikuti pelatihan sejak pukul 08.00 malam ini menyambut baik BMT, bahkan beberapa orang langsung menyatakan siap saat itu juga mendaftar menjadi anggota. Salah satunya Muhsin (48). “Kami sangat menyambut baik keberadaan lembaga keuangan syari’ah NU ini, dan saya siap menjadi anggota,” ujarnya dengan nada bersemangat. (Romza)

Categories: Berita Utama

About Author