• logo nu online
Home Warta Daerah Bahtsul Masail Nasional Neraca BMTNU Fiqih Khutbah Keislaman Amaliyah NU Opini Humor BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya
Rabu, 29 Juni 2022

Daerah

Sempat Terhenti karena Covid-19, MWCNU Jogoroto Kembali Aktifkan Pengajian Rutin

Sempat Terhenti karena Covid-19, MWCNU Jogoroto Kembali Aktifkan Pengajian Rutin
Sempat Terhenti Akibat Covid-19, MWCNU Jogoroto Kembali Aktifkan Pengajian Rutin. (Foto: Istimewa)
Sempat Terhenti Akibat Covid-19, MWCNU Jogoroto Kembali Aktifkan Pengajian Rutin. (Foto: Istimewa)

NU Online Jombang,
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Jogoroto, Kabupaten Jombang kenbali menggelar pengajian rutinan setiap Selasa pon secara bergilir dari masjid ke masjid di wilayah setempat.


Pada edisi perdana pascapandemi ini bertempat di Masjid Darussalam Dusun Semanding, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Jombang, Selasa (21/6/2022).


Ketua MWCNU Jogoroto, H Sholihun bersyukur kegiatan rutin tersebut kembali bisa diselenggarakan. 


"Alhamdulillah silaturahim ini bisa  terjalin lagi, sebab kita bisa kembali mengadakan kegiatan pengajian rutinan setiap Selasa pon ini, setelah 2 tahun lebih vakum akibat kondisi wabah pandemi," ungkapnya.


MWCNU Jogoroto menghadirkan KH Fahmi Amrullah Hadzik, salah satu cucu Hadratussyekh KH M Hasyim Asy'ari untuk mengisi mauidzah hasanah pada kegiatan tersebut. 


Dalam ceramahnya, kiai yang akrab dipanggil Gus Fahmi itu mengawali paparannya dengan bercerita tentang Mbah Hasyim Asy'ari yang pernah berguru kepada Habib Husein Al Habsyi di Kota Makkah.


Pada suatu saat, lanjut Gus Fahmi menjelaskan bahwa Mbah Hasyim Asy'ari mendengar kabar tentang salah satu keponakan Habib Husein Al Habsyi yang bermukim di Solo Jawa Tengah bernama Habib Alwi al habsyi.


Mendengar kabar tersebut, Mbah Hasyim Asy'ari segera berangkat silaturahim ke Solo menemui keponakan gurunya. "Mbah Hasyim langsung memberitahukan kepada Habib Alwi Al Habsyi; saya bangga jadi santrinya Habib Husein Al Habsyi," lanjutnya. 


Menurutnya, Gus Fahmi ingin sekali meneladani sosok Mbah Hasyim Asyari yang selalu menyambung tali silaturahim dengan siapapun.


"Nabi Muhammad SAW mengatakan "Siapa yang ingin diluaskan rezekinya, sambunglah silaturahim," ujar pengasuh Pesantren Tebuireng Putri ini.


Ia menambahkan, ketika diundang siapapun, dirinya selalu diniatkan silaturahim. "Siapa yang memutus silaturahim, sulit untuk masuk surga," tambahnya.


Gus Fahmi berharap, warga NU diberikan kemudahan dalam menyambung silaturahim sehingga mendapatkan berkah silaturahim. 


Daerah Terbaru