• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Neraca BMTNU Nasional Fiqih Khutbah Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya
Senin, 5 Desember 2022

Daerah

Sekolah Penggerak untuk Indonesia Berdaulat, Berbenah dari Kepala Sekolah hingga Guru Pengajar

Sekolah Penggerak untuk Indonesia Berdaulat, Berbenah dari Kepala Sekolah hingga Guru Pengajar
Ida Masfufah, Kepala SMP 5 Darul Ulum Jombang (Foto: Dok pribadi Ida Masfufah)
Ida Masfufah, Kepala SMP 5 Darul Ulum Jombang (Foto: Dok pribadi Ida Masfufah)

NU Online Jombang,

Salah satu program pemerintah dalam upaya peningkatan kualitas kepala sekolah hingga seluruh civitas akademika adalah Program Sekolah Penggerak (PSP). Program ini menitikberatkan pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik (menyeluruh) baik kompetensi literasi, numerasi maupun karakter. 

 

Idatul Masfufah, Kepala Sekolah Penggerak dari SMP Darul Ulum 5 Jombang menjelaskan, Sekolah Penggerak merupakan sekolah yang harus mau berbenah. Sebab, kebijakan reformasi pendidikan di Indonesia tidak akan bisa dicapai tanpa ada perubahan di dalam sekolah itu sendiri. 

 

"Seiring berkembangnya zaman, pendidikan di Indonesia juga selalu mengalami perubahan. Semua itu harus diawali dari sumber daya manusia (SDM) Kepala Sekolah hingga guru pengajar yang unggul dalam segala hal," paparnya.

 

Berdasarkan Keputusan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi No 162 Tahun 2021, program Sekolah Penggerak sebagai model satuan pendidikan bermutu adalah program untuk meningkatkan mutu pendidikan.

 

Ia mengatakan, adanya sekolah penggerak ini diharapkan benar-benar bisa dijadikan sebagai upaya mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian melalui Pelajar Pancasila.

 

Menjadi Angkatan Pertama Guru Penggerak Sejak 2021

Perempuan yang akrab disapa Bu Ida ini menambahkan, dirinya telah menjadi guru sejak tahun 2002 sampai sekarang. Ia sendiri menjadi Kepala Sekolah sejak 2006. Hingga saat ini sudah terhitung 16 tahun.

 

“Saya menjadi kepala sekolah penggerak angkatan 2 tahun 2021 dan merupakan angkatan pertama untuk Kabupaten Jombang. Pada waktu itu, dari sekian puluh Kepala SMP baik negeri maupun swasta yang dinyatakan lulus hanya ada 7 orang. Alhamdulillah atas pertolongan Allah, saya termasuk 7 orang itu,” jelasnya.

 

Ia berminat untuk mengikuti tes sebagai kepala sekolah penggerak karena panggilan hati untuk kemajuan sebuah pendidikan. Yang kedua, ia ingin menggunakan kesempatan emas yang diberikan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

 

"Saya berusaha untuk melakukan sebuah perubahan yang lebih baik,” ungkap perempuan yang juga merupakan pengasuh dari Pondok Pesantren Darul Muttaqin ini.

 

Ia mengaku, motivasinya dalam program sekolah penggerak ini karena pribadinya yang selalu ingin mempelajari hal baru. Ia juga berkomitmen kuat untuk selalu adaptif dengan transformasi zaman serta selalu menanamkan konsep pemikiran para Kiai dalam jiwa.

 

“Kita harus menjaga hal lama yang masih bagus dan menerapkan hal baru yang lebih bagus lagi. Selain itu, waktu itu saya didorong dari dinas pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang. Juga ada dorongan penuh dari Yayasan, Komite dan warga sekolah, serta yang tak kalah penting ridho dan dukungan suami serta semua keluarga," tambah Bu Ida, yang juga aktif dalam kepengurusan organisasi NU ini.

 

Bu Ida menuturkan, guru-guru dimotivasi juga untuk menjadi guru penggerak dengan memberikan wawasan tentang pentingnya perubahan. Ia seringkali memberi gambaran guru yang dibutuhkan di era kekinian. Sehingga harus selalu belajar dan belajar.

 

"Saya selalu memberikan penguatan dan pemahaman bahwa untuk meningkatkan kualitas sekolah harus dibantu guru-guru yang SDMnya unggul. Salah satunya bisa dilakukan dengan mengikuti tes guru penggerak," jelasnya.

 

Tanpa bimbingan seorang guru, ilmu yang didapat tidak akan bermanfaat. Banyak orang-orang yang sukses karena begitu tawadhu kepada gurunya. 

 

“Di hari guru ini, pesan saya untuk dunia pendidikan saat ini, walaupun dinamis atau selalu mengalami perubahan, namun guru harus tetap memegang teguh konsep pendidikan yang sebenarnya. Guru harus menyempurnakan akhlak baik kepada sang Khaliq ataupun kepada sesama makhluk sehingga tercapai bahagia dunia dan akhirat,” pungkasnya.


Daerah Terbaru