• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Neraca BMTNU Nasional Fiqih Khutbah Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya
Senin, 5 Desember 2022

Daerah

Jelang Ramadhan, Komoditas Bahan Pangan Melonjak di Pasar Tradisional Jombang

Jelang Ramadhan, Komoditas Bahan Pangan Melonjak di Pasar Tradisional Jombang
Ibu-ibu sedang membeli kebutuhan dapur di pasar tradisional Jombang. (Foto: NU Online Jombang/Karimatul Maslahah)
Ibu-ibu sedang membeli kebutuhan dapur di pasar tradisional Jombang. (Foto: NU Online Jombang/Karimatul Maslahah)

NU Online Jombang,
Puasa Ramadan tinggal beberapa hari lagi. Sejumlah bahan pangan di pasar tradisional di Kabupaten Jombang mulai mengalami kenaikan harga. Dari semua komoditas bahan pangan, lonjakan paling tinggi terjadi pada harga cabai.


Kenaikan harga bahan pangan terjadi sejak lima hari terakhir. Seperti harga cabai yang semula Rp24 ribu per kg, kini mencapai Rp58 ribu per kg. Harga cabai merah sebelumnya Rp18 ribu per kg, naik menjadi Rp32 ribu per kg. Bawang merah juga mengalami kenaikan menjadi Rp32 ribu per kg, dari sebelumnya Rp24 ribu per kg.


Menurut salah satu pedagang Pasar Pon Slamet, kenaikan harga terjadi secara bertahap. “Cabai itu harganya terus naik dari Rp24 ribu per kg-nya, naik Rp50 ribu per kg. Sekarang tembus Rp58 ribu per kg,” ucap Slamet, Rabu (22/3/2022).


Selain pasokan, kenaikan harga bahan pangan juga dikarenakan menjelang puasa. Diakuinya, setiap menjelang puasa harga bahan pangan selalu naik. "Biasanya harga terus naik ini sampai menjelang puasa nantinya,” ujarnya.


Hal sama diungkapkan pedagang daging ayam di Pasar Pon, Maman. Menurut Maman, daging ayam broiler mengalami kenaikan harga. Sebelumnya harga daging ayam Rp28 Ribu per kg. Sekarang menjadi Rp30 ribu per kg. "Ya, daging ayam mengalami kenaikan sampai Rp2 ribu per kg. Kenaikan sekitar empat harian,” ujar Maman.


Kenaikan harga juga terjadi pada daging sapi. Sebelumnya Rp100 ribu per kg, sekarang menjadi Rp 105 ribu sampai Rp110 ribu per kg. "Kalau daging, biasa Rp105 ribu per kg. Sedangkan yang bagus Rp110 per kg. Kenaikan harga ini sudah sekitar 3 bulan lalu,” ujar Mariam, penjual daging sapi.


Sementara itu, respons Bendahara Pimpinan Ranting (PR) Fatayat Jogoroto Fita  yang selalu belanja harian di pasar pon mengatakan, naiknya beberapa komoditi bahan pangan ini sudah menjadi agenda tahunan, dirinya mengaku sama sekali tidak dikagetkan.


"Setiap mau menjelang Ramadhan memang seperti ini, semua dinaikkan layaknya tradisi. Jadi saya sama sekali tidak terkejut," bebernya.  


Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang tak menampik adanya kenaikan harga beberapa bahan pokok. Kenaikan harga dinilai wajar lantaran mendekati bulan puasa. “Pantauan dari dinas, memang ada beberapa komoditi yang naik,” ujar Hari Oetomo Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang.


Hari menyebutkan, setiap menjelang puasa harga kebutuhan bahan pokok selalu naik. Kendati demikian, kenaikan harga tidak begitu signifikan. ”Memang biasa menghadapi bulan puasa,” terangnya.


Hari merinci, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, di antaranya daging sapi yakni antara Rp5 ribu sampai Rp10 ribu per kg. “Tetap kami pantau agar tidak melebih HET (Harga Ecer Tertinggi). Untuk gading sapi, HET-nya Rp105 ribu per kg,” katanya.


Dikatakan Hari, kenaikan harga daging sapi dikarenakan jumlah stok di pasaran berkurang. ”Ini kami juga perlu melakukan koordinasi dengan pemasok. Penyebabnya apa sampai dikurangi,” terangnya.


Sedangkan terkait kenaikan harga cabai yang cukup tinggi dikarenakan cuaca. Sehingga berdampak pada hasil panen dari petani yang tidak maksimal. "Kenaikan harga cabai dipengaruhi cuaca,” ucapnya.


Disdagrin Jombang terus melakukan pemantauan kondisi harga di pasaran. Apabila ada kenaikan yang cukup signifikan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). "Kami akan evaluasi kenapa ada kenaikan harga yang cukup signifikan. Pastinya kami akan cari penyebabnya. Apabila nanti diperlukan,” kata Hari Oetomo.


Hari menegaskan, bupati Jombang juga menginstruksikan untuk melakukan operasi pasar pada bulan ini. Tujuannya menekan lonjakannya harga menjelang puasa. ”Ibu bupati juga sudah menyampaikan untuk melakukan operasi pasar di sejumlah kecamatan bulan ini. Operasi pasar nanti berupa minyak, telur dan kebutuhan pokok lainnya,” tukas Hari.


Daerah Terbaru