• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Jumat, 23 Februari 2024

Daerah

Hadapi Era Society, SMP Islam Al Madinah Gabungkan Pendidikan Aswaja dan Teknologi

Hadapi Era Society, SMP Islam Al Madinah Gabungkan Pendidikan Aswaja dan Teknologi
Kegiatan SMP Islam Al Madinah dalam mengenal NU dam Aswaja (Foto: dok SMP Islam Al Madinah)
Kegiatan SMP Islam Al Madinah dalam mengenal NU dam Aswaja (Foto: dok SMP Islam Al Madinah)

NU Online Jombang,

Pendidikan yang bermuatan ahlussunnah wal jama'ah (Aswaja) dijadikan mata pelajaran yang memiliki nilai wajib bagi siswa SMP Al Madinah Tambakrejo. Hal ini dilakukan sebagai salah satu bentuk nyata dalam menangkal radikalisme sejak dini.

 

Kepala sekolah SMP Al Madinah Tambak Rejo, Abdul Muchid mengatakan, pendidikan Aswaja selalu masuk dalam kurikulum pondok pesantren. Namun belum banyak sekolah non pesantren yang menerapkan pendidikan Aswaja sebagai salah satu pelajaran wajib di sekolah. SMP Al Madinah menjadi salah satu sekolah yang menerapkannya. Upaya ini menjadi salah satu bentuk nyata dalam menangkal paham radikal sejak dini.

 

Sebagai satu-satunya sekolah yang dinaungi oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Tambakrejo, SMP Al Madinah meyakini pendidikan Aswaja memberikan dampak positif jika diberikan sejak dini pada siswa di kemudian hari.

 

"Sejarah sudah membuktikan jika pendidikan Aswaja yang diberikan di pesantren NU melahirkan generasi yang cinta tanah air dan cinta damai," ujar pria yang juga merupakan bendahara 3 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jombang ini.

 

Menurutnya, sejak masa orientasi, siswa sudah dikenalkan Aswaja dan seputar NU. Selain itu, siswa diajak berziarah ke makam pendiri dan tokoh Nahdlatul Ulama, Almaghfurlah KH Abdul Wahab Hasbullah di komplek Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang. Dalam kegiatan ziarah ke makam pendiri Nahdlatul Ulama dan para pendiri Pondok Pesantren Bahrul Ulum itu, seluruh siswa dibimbing bersama membaca tahlil dan istighotsah.

 

“Untuk membangun kecerdasan spiritual, anak-anak diajak ziarah ke makam pendiri Nahdlatul Ulama dan para pendiri Pondok Pesantren Bahrul Ulum, yakni Kiai Abdul Wahab Hasbullah, Kiai Usman, Kiai Hamid, dan Kiai Fattah, jelasnya.

 

Selain itu, lanjut dia, pendidikan Aswaja juga sekaligus menjadi tameng dalam menghadapi era society yang ditandai dengan merosotnya moralitas generasi muda. Sehingga, SMP Al Madinah juga mendorong siswa menggunakan teknologi untuk semaksimal mungkin dimanfaatkan dalam kegiatan belajar mengajar.

 

Suci Etavi, salah satu tenaga pengajar Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP al madinah mengungkapkan, SMP al Madinah mengizinkan siswanya menggunakan smartphone sebagai alat bantu belajar.

 

"Pendidikan Aswaja sebagai dasar, sementara siswa diperkenankan menggunakan teknologi smartphone dengan tetap dalam pengawasan dewan guru atau pengajar lembaga," katanya kepada NU Online Jombang.

 

Menurut Suci, perkembangan teknologi memiliki manfaat yang cukup besar dalam berbagai aspek, termasuk dalam aspek pendidikan. Sebagai pendidik, harus mampu mengarahkan siswa untuk menggunakan teknologi yang mendatangkan manfaat.

 

"Dengan adanya teknologi, proses pembelajaran semakin mudah jika penggunaannya terkontrol dengan baik. Jadi setiap masuk sekolah, smartphone akan dikumpulkan oleh tenaga pendidik dan digunakan oleh siswa jika proses belajar mengajar membutuhkan smartphone. Beberapa pelajaran sudah menggunakan sistem barcode. Jadi proses belajar mengajar menjadi lebih atraktif dan variatif," paparnya.  

 

Selain itu, SMP Al Madinah juga menerapkan metode pendidikan berupa outing class yang memungkinkan siswa untuk terjun langsung ke alam. 

 

"Salah satu ciri khas dari pendidikan SMP Al Madinah adalah menerapkan sistem outing class 20%. Dalam mata pelajaran ilmu pengetahuan alam, siswa diajak untuk menganalisa dan mengamati ekosistem di sawah," ujar Suci.

 

 

Kontributor : Denmas Amirul

Editor : Fitriana


Daerah Terbaru