• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Selasa, 28 Mei 2024

Daerah

Gus Aman Jelaskan 3 Tingkatan Orientasi Kualitas Ibadah Seseorang

Gus Aman Jelaskan 3 Tingkatan Orientasi Kualitas Ibadah Seseorang
Gus Sholahuddin Fatchurrahman dalam Podcast Suara NU Jombang. (Foto: YouTube PCNU Jombang)
Gus Sholahuddin Fatchurrahman dalam Podcast Suara NU Jombang. (Foto: YouTube PCNU Jombang)

NU Online Jombang,

Katib Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang Gus Sholahuddin Fatchurrohman dalam podcast NU Jombang Bicara yang tayang pada Rabu (20/03/2024) kemarin menjelaskan perihal kualitas tingkatan ibadah seseorang dan klasifikasinya.

 

Ia menerangkan, ada 3 tingkatan ibadah seseorang ditinjau dari orientasinya.

 

Pertama, ada orang yang beribadah kepada Allah dengan didasari takut masuk neraka, itu adalah tingkatan paling rendah (lil 'abid). Seseorang yang seperti itu diibaratkan sebagai seorang budak yang takut dengan majikannya.

 

"Sama halnya dengan kita sholat 5 waktu, apabila tidak sholat khawatir masuk neraka. Sehingga ibadahnya tidak pernah lalai karena takut akan ancaman," katanya saat dikutip NU Online Jombang, Jumat (22/03/2024). 

 

Tingkatan kedua, lanjut Gus Aman, sapaan akrabnya adalah ibadah karena mengharapkan mendapat pahala atau ganjaran dari perbuatan yang telah dilakukan. Tingkatan ini disebut tingkatan lil tajir, yaitu melakukan ibadah karena menginginkan pahala.

 

"Jadi orientasinya kalau tidak dapat apa-apa tidak perlu dilakukan. Tapi karena dapat sesuatu kita mau melakukan," ujar Gus Aman.

 

Yang ketiga, yang paling tinggi adalah tingkatan orang tasyakkur. Yaitu tingkatan orang yang bersyukur ketika melakukan ibadah. Hal ini mengingatkan bahwa tidak banyak orang mau bersyukur, padahal nikmat yang Allah berikan tak terhitung jumlahnya.

 

"Coba kita bandingkan nikmat Allah yang diberikan kepada diri kita dengan ucapan syukur kita, sebanding atau tidak?. Ungkapan syukur kepada Allah atas nikmatnya sebenarnya sangat ringan diucapkan, tetapi jarang orang yang melakukannya," ucapnya. 

 

Ucapan alhamdulillah yang diucapkan ternyata tidak sebanding dengan nikmat nafas yang setiap hari dihirup. Oleh karena itu, tingkatan kualitas tertinggi dalam beribadah adalah tasyakkur. Bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah.

 

"Maka, di bulan Ramadhan ini adalah kesempatan kita untuk bersyukur kepada Allah. Kita wujudkan dengan sedekah kepada sesama sebagai bukti syukur kepada Allah," pungkas Pengasuh Pesantren Al Bishri Mambaul Ma'arif Denanyar Jombang ini.


Daerah Terbaru