• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Jumat, 23 Februari 2024

Daerah

Di Balik Covid-19; Keluarga Ini Tak Lagi Punya Penghasilan

Di Balik Covid-19; Keluarga Ini Tak Lagi Punya Penghasilan
Pendistribusian paket beras LAZISNU Jombang oleh UPZISNU Kesamben. (Foto:Istimewa)
Pendistribusian paket beras LAZISNU Jombang oleh UPZISNU Kesamben. (Foto:Istimewa)

NU Jombang Online, 
Musibah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) berdampak serius terhadap roda perekonomian masyarakat di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, terutama mereka yang berada di akar rumput. Banyak dari warga kehilangan penghasilannya. Yang paling miris adalah sebagian dari mereka yang sebelumnya memang tidak memiliki penghasilan dan hanya mengadu nasib sembari menunggu tangan-tangan para dermawan.

Tidak kurang dari satu bulan, seorang wanita paruh baya sangat terpukul dengan adanya wabah Covid-19 yang tak kunjung usai. Ia seketika seolah kehilangan mata angin. Bimbang dan gundah, hanya dua kata itu yang selalu ada di benaknya. Jangankan hendak beraktivitas mengisi waktunya yang belakangan ini hanya banyak dihabiskan di rumah, berkhayal pun sulit untuk mendapatkan penghasilan guna mencukupi kebutuhan sehari-harinya.

Adalah Mustofiah, warga asal Kecamatan Kesamben, Jombang. Sudah cukup lama ia tidak bekerja, belakangan hanya mengandalkan pekerjaan anaknya. Terpenuhi dan tidaknya segala kebutuhan rumah termasuk kebutuhan pokok sangat bergantung kepada jerih payah anaknya sebagai pekerja proyek.

Kalau siklus pendapatan atau penghasilan berjalan demikian baik sebelumnya, kini tidak lagi dirasakan oleh keluarga ini. Pasalnya, sejak wabah Covid-19 mulai menyebar di Jombang, garapan sudah sepi, proyek yang selama ini ditekuni oleh anaknya tak bisa lagi menunjang kebutuhan hidup di keluarga ini.

"Dengan adanya musibah ini, anak saya sampai tidak bekerja yang kesehariannya sebagai pekerja proyek, diliburkan oleh atasannya sehingga pemasukan keluarga pun minim," ujarnya, Jumat (17/4).

Ditambah lagi dirinya yang belakangan ini seringkali sakit karena kolesterolnya tinggi. Tentu jatah pengeluaran harus bertambah dibandingkan kala kondisi normal seperti sedia kala. Ia harus intens berobat, minimal ia harus membiasakan pola makan sehat.

Kondisi demikian cukup membuat ia pilu. Dia berharap, Covid-19 segera berlalu, sehingga masyarakat kembali beraktivitas normal seperti semula.

UPZISNU Berbagi Paket Beras
Unit Pengumpul Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (UPZISNU) Kesamben sejak satu pekan lalu menyasar warga sekitar untuk diberikan paket beras. Paket itu diperoleh dari Pengurus Cabang (PC) Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jombang sebanyak 100 paket.

Sejumlah paket itu dibagikan kepada warga Kesamben secara bertahap. Sementara Mustofiah merupakan salah satu dari orang yang beruntung dapat menerima paket beras UPZISNU Kesamben itu. Paling tidak, bantuan itu bisa membantu meringankan beban kebutuhan dapurnya selama beberapa hari ke dapan.

"Alhamdulillah, terimakasih atas bantuannya. Insyaallah ini sangat berarti bagi saya dan keluarga," tuturnya sembari menundukkan kepala memungkasi pembicaraan.

Ketua UPZISNU Kesamben, Nuruddin Suryanulloh saat dihubungi terpisah mengemukakan, pembagian paket tersebut didistribusikan oleh pengurus UPZISNU dibantu anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) setempat. Demikian ini untuk mempercepat proses pendistribusian beras.

"Kita bersinergi dengan beberapa anggota Banser. Alhamdulillah pembagian beras lancar. Semuanya sudah terdistribusi," ucapnya.

Sepanjang ia terjun langsung membagikan paket beras itu, banyak menemui warga yang benar-benar kehilangan pekerjaannya. Saat ini mereka hanya berharap banyak atas uluran tangan sejumlah pihak. "Semoga kita bisa melewati musibah ini dengan tegar dan kesabaran," pungkasnya.

Pewarta: Ahmad 
Editor: Syamsul Arifin 


Editor:

Daerah Terbaru