• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Jumat, 31 Mei 2024

Daerah

Unik! Ada Tingkeban Massal di Jombang, Pecahkan Rekor Muri

Unik! Ada Tingkeban Massal di Jombang, Pecahkan Rekor Muri
Unik! Ada Tingkeban Massal di Jombang, Pecahkan Rekor MURI. (Foto: Tangkapan layar)
Unik! Ada Tingkeban Massal di Jombang, Pecahkan Rekor MURI. (Foto: Tangkapan layar)
NU Online Jombang, 
Tidak hanya memecahkan Museum Rekor Indonesia (Muri) Pemerintah Kabupaten Jombang telah memecahkan rekor dunia dengan mengadakan syukuran tingkeban massal dengan jumlah partisipan terbanyak, yakni total 660 ibu hamil.
 
Tingkeban atau bahasa jawanya adalah Mitoni, telah menjadi tradisi Jawa yang dilanggengkan secara turun temurun. Kali ini istimewa, karena dilakukan secara massal baik secara offline maupun virtual mengingat saat ini, Covid 19 masih bercokol di negeri ini. Selain 30 ibu hamil yang hadir di Pendopo, 630 ibu hamil lainnya tersebar di 21 kecamatan Kabupaten Jombang.
 
Muri yang diwakili oleh Sri Widayati mengumumkan sekaligus mengesahkan tingkeban massal di 22 tempat secara vitual dengan peserta sebanyak 660 ibu hamil resmi tercatat di museum rekor dunia Indonesia.
 
"Kegiatan ini resmi kita catat tidak hanya rekor nasional tetapi juga rekor dunia atas dijunjungnya kearifan lokal yang ada di Indonesia," ujar Sri Widayati di Pendopo Kabupaten Jombang, Sabtu (23/10/2021).
 
Setelah mengumumkan pencatatan itu, Sri menyerahkan penghargaan MURI kepada pemrakarsa sekaligus penyelenggara tingkeban massal yakni Bupati Jombang, Mundjidah Wahab
 
Dalam sambutannya, Bupati Jombang, Bu Nyai Munjidah Wahab mengatakan bahwa tingkeban massal ini baru pertama kali diadakan di Jombang. Di seluruh Indonesia belum pernah ada yang mengadakan tingkeban massal dengan jumlah sebanyak ini.
 
"Ini adalah salah satu cara kita merawat tradisi budaya selametan orang Jawa. Biasanya kita sebut juga dengan mitoni. Mitoni diambil dari kata pitu yang artinya tujuh. Seperti namanya, tingkeban atau mitoni dilaksanakan pada usia kehamilan tujuh bulan," kata Mundjidah
 
Ia menambahkan, pihaknya juga prihatin dengan angka kematian ibu melahirkan yang cukup tinggi. Selain itu. Lanjut dia, angka bayi meninggal tepat saat dilahirkan juga cukup tinggi. 
 
"Kemarin kami menyimak paparan dari Ibu Gubernur bahwa Jombang termasuk lima besar di Jawa Timur dalam hal tersebut. Karena itu kami terus berpikir bagaimana mulai mengikis hal tersebut. Jadi, setelah kita mengkaji lebih dalam, maka kita pun memutuskan tingkeban massal ini dilakukan," tambahnya.
 
Rangkaian acara tingkeban massal ini dimulai dengan berdoa dan bersholawat. Tidak hanya melakukan doa bersama untuk si jabang bayi dan ibunya, sesuai dengan tema tingkeban massal, Menuju Jombang Bebas Stunting ini, diadakan juga penyuluhan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang kepada ibu hamil.
 
Sementara itu, menurut Hj Nur Farida, perwakilan PC Muslimat yang hadir dalam acara tersebut, kegiatan ini sangat positif dan dilanjutkan untuk tahun-tahun berikutnya. 
 
"Yang diundang rata-rata pasangan muda yang memiliki anak pertama. Ini bisa sekaligus memberikan pendidikan pada mereka dalam momen mereka mengurus anak pertama supaya tidak sampai terjadi stunting," ujar Ketua Bidang Sosial PC Muslimat Jombang ini.
 
Hj. Nur Faridah mengatakan bahwa di Kabupaten Jombang angka stuntingnya tinggi. Oleh karena itu, pendidikan pada Ibu muda itu sangat penting. Seperti memberikan ASI pertama yang berisi kolostrum, termasuk memberikan ASI eksklusif pada anak.
 
Salah satu peserta tingkeban massal kabupaten Jombang, Ziarotul Khoir menyampaikan bahwa dirinya cukup senang bisa berpartisipasi dalam acara tersebut. Meski bukan termasuk peserta yang diundang di Pendopo Kabupaten Jombang, namun ia tetap merasakan manfaatnya
 
"Ya acaranya sangat sakral, hikmat dan sangat bagus. Yang seperti ini kan baru pertama kali diadakan. Saya yang baru pertama kali hamil sangat senang ada acara seperti ini," ujarnya yang mengikuti tingkeban massal secara virtual di kecamatan Sumobito.
 
Ia pun berterima kasih kepada semua jajaran pemerintah kabupaten Jombang dan berharap Kabupaten Jombang makin sukses ntuk kedepannya.
 
Kontributor: Siti Ratna Sari
Editor: Fitriana


Daerah Terbaru