• logo nu online
Home Warta Daerah Bahtsul Masail Nasional Neraca BMTNU Fiqih Khutbah Keislaman Amaliyah NU Opini Humor BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya
Minggu, 25 September 2022

Daerah

MI Sunan Gunung Jati Kenalkan Amaliyah Aswaja kepada Siswa-siswinya sejak Dini

MI Sunan Gunung Jati Kenalkan Amaliyah Aswaja kepada Siswa-siswinya sejak Dini
MI Sunan Gunung Jati Katemas Kenalkan Aneka Amaliyah Aswaja sejak Dini. (Foto: Dok MI Sunan Gunung Jati)
MI Sunan Gunung Jati Katemas Kenalkan Aneka Amaliyah Aswaja sejak Dini. (Foto: Dok MI Sunan Gunung Jati)

NU Online Jombang, 
Madrasah Ibtidaiyah (MI) Sunan Gunung Jati, Desa Katemas, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang berupaya mencetak siswa-siswinya menjadi generasi NU. Caranya dengan memperkuat amaliyah dan akidah Aswaja para peserta didiknya melalui rutinan Jumat Religi. Kegiatan dimulai setiap pagi, pukul 07.00 WIB hingga selesai.

 

Guru Ahlusunah wal Jama'ah (Aswaja), Imam Rofii memaparkan, dalam kegiatan tersebut diisi dengan berbagai amaliyah NU. Harapannya peserta didik dapat menginternalisasi nilai-nilai Aswaja. Sehingga mereka akan dapat meningkatkan iman, takwa, dan berakhlak mulia.


"Tujuan utamanya untuk doa bersama dan membekali anak-anak bisa hafal amalan jamiyah Nahdlatul Ulama, seperti tahlil dan istighotsah," ungkapnya, Jumat (10/12/2021). 


Sementara itu, Kepala MI Sunan Gunung Jati, Mochammad Aris mengatakan, tahlil dan istighotsah merupakan amaliyah NU yang perlu diterapkan dalam dunia pendidikan mulai sekarang. Apalagi lembaganya merupakan binaan Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif NU.


"Hal tersebut berkaitan dengan mata pelajaran Aswaja NU yang ada di madrasah ini. Kalau Aswaja NU tingkat MI isinya pengenalan Aswaja NU dan dogma ke-NU-an," katanya.


Menurutnya, dogma tentang kebenaran Aswaja NU itu penting untuk peserta didik, tetapi juga harus dengan pengenalan amaliyah-amaliyahnya. Keduanya saling beriringan, karena dogma Aswaja NU tanpa penguatan amaliyah akan kosong, dan amaliyah tanpa dogma, tidak akan kuat.


Aris menambahkan, Jumat Religi itu juga ada pembelajaran kepemimpinan. Misalnya guru memberikan kesempatan kepada peserta didik menjadi menjadi imam tahlil.


"Guru hanya membuka acara dan mendampingi. Setelah pembacaan tahlil dan istighotsah guru dan peserta didik berinfak seikhlasnya." imbuhnya.


Ia berharap dengan konsep itu, 20 tahun mendatang peserta didik MI Sunan Gunung Jati bisa menjadi imam jamaah yang berciri khas NU.


Kontributor: Siti Ratna Sari
Editor: Ahmad


Daerah Terbaru