Home Opini Bahtsul Masail Amaliyah NU Khutbah Buku/Resensi Berita Nasional Hikmah Fiqih Humor Nyantri Ekonomi Bisnis Berita Daerah Info Grafis Mitra Tentang PCNU Program Foto Video MWC Ranting NU Pengurus PCNU

Penuh Khidmah, Banser Ini Gendong Kiai dan Terobos Banjir tengah Malam

Banser Mojoagung, Jombang gendong Mbah Bolong. (Foto: Tangkap layar video)
Banser Mojoagung, Jombang gendong Mbah Bolong. (Foto: Tangkap layar video)

NU Jombang Online, 
Aksi anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Amalia Malik patut diapresiasi. Ia dengan rasa penuh tanggung jawab mengawal Pengasuh Pondok Pesantren Falahul Muhibbin, KH Nur Hadi di tengah banjir yang sudah memenuhi jalan raya sembari menggendongnya, Kamis (2/4) sekitar pukul 00.00 WIB.

Hal tersebut dilakukan usai KH Nur Hadi (Mbah Bolong) memberikan ceramah agama di Desa Kademangan, Mojoagung. Dan beberapa anggota Banser sejak pengajian dimulai sudah siaga menjaga Mbah Bolong.

Aksi itu direkam rekannya yang ikut mendampingi Mbah Bolong. Video dengan durasi 55 detik itu mulai tersebar di berbagai platform media sosial dan mendapat tanggapan positif dari netizen.

"Kita kawal kiai dari Jombang, KH Nur Hadi, alias Mbah Bolong," kata Joko, anggota Banser Jombang yang mengabadikan aksi tersebut dalam video.

Sontak, di tengah perjalanan, Mbah Bolong sadar bahwa sepanjang dirinya digendong anggota Banser seraya divideo. Mbah Bolong menanggapinya dengan berterima kasih. "Terima kasih Mas Joko. Barakallah," kata Mbah Bolong 

"Sami-sami Mbah," kata Joko menjawab Mbah Bolong.

Dikonfirmasi terpisah, Koordinator Lembaga Media dan Komunikasi Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jombang, Husnul Irfan Fauzi menyatakan, Mbah Bolong saat itu diudang mengisi ceramah agama. Kegiatan ini sekaligus dalam rangka peresmian Mushala Al Hidayah yang disiapkan untuk bulan Ramadhan nanti.

"Jadi, di video yang beredar itu Mbah Bolong sudah selesai ngisi ceramah dan dikawal oleh sahabat-sahabat Banser," ujarnya.

Menurutnya, ada beberapa anggota Banser yang sebenarnya ikut mengawal Mbah Bolong. Di samping Amali Malik dan Joko, ada juga Rico, Shodiqin, Ridwan, dan Duin. Mereka berada di samping Mbah Bolong mengawasi jalan yang penuh dengan air, dikhawatirkan ada lubang ataupun batu yang bisa menghambat perjalanan Mbah Bolong.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Jombang, H Zulfikar Damam Ikhwanto merespons positif terhadap aksi anggota Banser yang terus istikamah mengawal kiai dalam kondisi apapun.

"Pada apa yang dilakukan oleh Banser Mojoagung, saya mengapresiasi juga berharap kader Banser Jombang selalu bisa menjadi santrinya kiai dengan sepenuh hati. Semoga Allah SWT meridai dan melimpahkan keberkahan-Nya pada kita semua," ujarnya.

Bagi Ansor dan Banser, lanjutnya, ulama atau di Jawa disebut sebagai kiai, selain sebagai Warotsatul Anbiya', juga merupakan inspirator dan solution maker atas problem sosial keagamaan bahkan kebangsaan.

"Sehingga sebagai santrinya kiai, maka Ansor dan atau Banser mengikuti nasihatnya kiai. Pun menjaga para kiai di manapun dan kapanpun. Sehingga lekatlah predikat Ansor dan Banser ini sebagai benteng Ulama," jelasnya.

Editor: Ahmad