• logo nu online
Home Warta Ekonomi Daerah Bahtsul Masail Pendidikan Neraca BMTNU Nasional Fiqih Parlemen Khutbah Pemerintahan Keislaman Amaliyah NU Humor Opini BMT NU Video Nyantri Mitra Lainnya Tokoh
Senin, 15 April 2024

Daerah

Bulan Ramadhan Tapi Sedang Haid? Berikut Amalan Wanita Haid di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan Tapi Sedang Haid? Berikut Amalan Wanita Haid di Bulan Ramadhan
Ilustrasi (freepic.com)
Ilustrasi (freepic.com)

NU Online Jombang,

Bulan suci Ramadhan merupakan momentum yang dinantikan oleh umat muslim, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga orang tua akan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan ini dengan penuh kebahagiaan.

 

Di bulan suci ini, tentu kita ingin mendapatkan berkah dengan berpuasa, shalawat, tarawih, berbagi, dan lain sebagainya. Lalu bagaimana jika kita mengalami haid atau menstruasi di bulan suci Ramadhan? 

 

Bu Nyai Hj. Lely Lailiyah Hakim, pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang menerangkan, haid merupakan perkara yanv sudah menjadi ketetapan Allah SWT bagi para perempuan.

 

"Agar tidak ketinggalan dalam mendapatkan pahala di bulan Ramadhan, pertama kita bisa memperbanyak sholawat. Orang yang banyak bershalawat kelak akan mendapatkan syafaat dari Rasullullah SAW," terangnya.

 

Kedua, lanjut Bu Nyai Lely sapaannya, secara khusus Rasulullah SAW menganjurkan untuk memperbanyak istighfar memohon ampunan kepada Allah SWT.. Di antara kalimat yang terbaik adalah 'Subhanallah wabihamdihi, Subhanallahul’adzhiim Astaghfirullah.'

 

"Ketiga yaitu bersedekah untuk menambah amal jariyah di bulan yang penuh berkah ini. Bisa dengan memberikan makanan berbuka bagi orang yang berpuasa, Insyaallah kita akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang berpuasa tersebut," imbuh Bu Nyai Lely.

 

Keempat, menimba ilmu untuk meraih ketaatan yang lebih tinggi kepada Allah SWT dengan membaca buku-buku keagamaan dan atau mendatangi majlis ilmu.

 

Kelima, lanjutnya, melayani atau meringankan pekerjaan orang yang berpuasa. Rasulullah bersabda, barang siapa dapat menunjukkan suatu kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala (HR Muslim).

 

"Terakhir, yaitu beramal ma’ruf nahi munkar. Mendorong sesamanya untuk berbuat kebaikan dan menjauhi kemaksiatan. Misalnya membangunkan orang yang puasa untuk sahur, shalat subuh, mendorong untuk tilawah al Qur’an. Serta meminimalisir kemaksiatan," pungkasnya.


Daerah Terbaru