Home Opini Bahtsul Masail Amaliyah NU Khutbah Buku/Resensi Berita Nasional Hikmah Fiqih Humor Nyantri Ekonomi Bisnis Berita Daerah Info Grafis Mitra Tentang PCNU Program Foto Video MWC Ranting NU Pengurus PCNU

Tiga Golongan yang Tidak Kena Azab

Bacaan istighfar. (Foto: Istimewa)
Bacaan istighfar. (Foto: Istimewa)

Saat ngaji dalam Ahad Pahingan MWCNU Jombang Kota di Masjid Assyuhada, Sambong, Minggu (13/9/2020), KH Ahmad Hasan menjelaskan manfaat pengajian di masjid yang sering dilakukan NU.

"Pengajian di masjid seperti ini termasuk memakmurkan masjid. Bisa menolak azab," tuturnya.

Rais Syuriyah MWCNU Jombang sekaligus Pengasuh Pesantren Assaidiyah 2 Bahrul Ulum Tambakberas ini lalu menyampaikan hadis qudsi. Ketika hendak menimpakan azab kepada suatu kaum, Allah selalu membatalkannya karena melihat tiga golongan. 

Pertama, orang yang memakmurkan masjid. Sregep salat jamaah di masjid. Akas Dibaan di masjid. Rajin yasinan, tahlilan, istigosahan dan pengajian di masjid.

Kedua, orang yang saling mengasihi karena Allah.

Dudu sanak dudu kadang. Ora kenal babar pisan. Dadak iso raket, plek. Budal mulih goncengan. Ngurusi NU. Nekani acara NU.

Opo maneh gelem urun ben koncone ora sampek kelaparan.

Iso ngopi, mangan jajan lan dapat berkat.  Pasti termasuk yang dicatat kategori mutahabbina fillah ini.

Ketiga, Allah membatalkan azab karena melihat orang-orang yang membaca istighfar di waktu sahur..

Tapi ini angel.. angel.. angel.

Kecuali bagi para kekasih Allah.

Seperti disebut dalam Diba, tiap sepertiga malam yang terakhir, Allah turun ke langit dunia.

Para kekasih Allah pasti bangun menyongsongNya. 

Tidak ada ceritanya, kekasih kok turu pas wayahe kekasihe mudun.

Mugi Allah paring kita termasuk salah satu dari tiga golongan di atas, sehingga bisa selamat dari Covid-19.

Ora sampek kenek.
Misale kenek iso sabar bahkan tambah keapikane.

Seperti cerita Sekdakab Jombang Pak Jazuli.. Karena kesibukan kerja, jarang punya waktu baca Al-Qur'an. 

Tapi begitu isolasi korona, sehari bisa baca Al-Qur'an 6 juz sehingga seminggu khatam.

(rj)