Home Opini Bahtsul Masail Amaliyah NU Khutbah Buku/Resensi Berita Nasional Hikmah Fiqih Humor Nyantri Ekonomi Bisnis Berita Daerah Info Grafis Mitra Tentang PCNU Program Foto Video MWC Ranting NU Pengurus PCNU

Tahun Ini, Unwaha Jombang Terapkan Kampus Merdeka Fakultas Pertanian

Gedung Universitas KH Wahab Hasbullah. (Foto: Istimewa)
Gedung Universitas KH Wahab Hasbullah. (Foto: Istimewa)

NU Jombang Online,
Kampus merdeka yang digagas oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Makarim direspons positif Universitas KH. Wahab Hasbullah (Unwaha) Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Pada tahun ini Unwaha memastikan mulai menerapkan model pendidikan tersebut khusus fakultas pertanian.

"Ya tentu menyesuaikan dengan tahun ajaran di kampus ini ya, mulai dari tahun ajaran 2021-2022 kampus merdeka di fakultas pertanian dibuka," kata Rektor Unwaha, Anton Muhibbudin kepada media ini, Rabu (13/1/2021).

Dalam penerapan kampus merdeka, lanjut Anton, proses pembelajaran mahasiswa tidak harus dilangsungkan di kampus. Melainkan dilakukan di mana mereka tinggal, bisa berbasis pondok pesantren atau komunitas-komunitas lain yang ada di tengah masyarakat.

"Dan pola pembelajarannya bisa melalui daring, atau pengajar datang ke komunitas-komunitas mereka. Tapi setiap enam bulan mereka juga harus ke kampus langsung," ujarnya. 

Anton menegaskan, target kampus merdeka tahun ini bisa mencapai 1000 mahasiswa. Unwaha sendiri sudah mulai menyosialisasikan kepada khalayak luas dan berbagai komunitas masyarakat. Seperti pesantren, komunitas petani, dan lain sebagainya.

Kampus yang berada di kawasan salah satu pesantren besar di Jombang ini bukan tanpa alasan memantapkan pemberlakuan kampus merdeka fakultas pertanian. Menurut Anton, Unwaha sudah melakukan uji coba dan pembinaan terhadap komunitas petani di Jombang dengan menggunakan pupuk mikroba buatan Unwaha sendiri di lahan para petani. Pembinaan tersebut dilakukan Unwaha sudah dua tahun berjalan. Hasilnya pun cukup memasukkan.

"Salah satunya komunitas petani di Desa Banjarsari. Jadi satu hektare lahan, masyarakat di Banjarsari tambah penghasilan tujuh juta. Itu tambahannya saja dengan menggunakan pupuk buatan Unwaha per tanam, belum per tahun," ungkapnya.

Hingga kini, pembinaan masih terus dilakukan. Anton menyampaikan, pupuk hasil produksi Unwaha tersebut nantinya juga bisa dibuat oleh masyarakat petani secara mandiri dan digunakan di lahan pertanian yang dimiliki petani.

"Inilah yang namanya pendidikan dan pembinaan yang menurut saya lebih tepat, daripada memberikan subsidi triliunan," tegas Anton. 

Pendidikan non-formal semacam ini dalam pandangannya sangat efektif, membantu petani mengembangkan pertaniannya dengan hasil yang maksimal. "Dunia pertanian memang harus kita jaga dengan melakukan edukasi atau pendidikan terhadap para petani kita," tuturnya.

Ia berharap, masyarakat Jombang dan sekitarnya memanfaatkan kampus merdeka fakultas pertanian yang sudah dibuka oleh Unwaha. Sampai hari ini 250 masyarakat di Jombang dari berbagai kalangan sudah mendaftarkan diri. "Terkait pembiayaannya tentu sangat murah. Tapi tetap berkualitas," pungkasnya.

Pewarta: Ahmad