Home Opini Bahtsul Masail Amaliyah NU Khutbah Buku/Resensi Berita Nasional Hikmah Fiqih Humor Nyantri Ekonomi Bisnis Berita Daerah Info Grafis Mitra Tentang PCNU Program Foto Video MWC Ranting NU Pengurus PCNU

SMPT Al-Hikmah, Sekolah Berbasis Digital Binaan LP Ma'arif NU

Penilaian kinerja kepala sekolah di SMPT Al-Hikmah (Foto: Annisa)
Penilaian kinerja kepala sekolah di SMPT Al-Hikmah (Foto: Annisa)

NU Jombang Online,
Di era revolusi industri 4.0, beberapa sekolah di Indonesia mengimbangi kemajuan teknologi tersebut dengan menerapkan sistem digitalisasi. Salah satunya adalah Sekolah Menengah Pertama Terpadu (SMPT) binaan Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif Kabupaten Jombang yang menerapkan sistem pendidikan digitalisasi melalui aplikasi yang bisa dijangkau oleh siswanya lewat gawai android.

Bambang Heru, Kepala Sekolah SMPT Al-Hikmah Desa Ngampungan, Kecamatan Bareng mengatakan, konektivitas internet di era revolusi industri 4.0 saat ini sudah semakin meluas dan telah memasuki semua aspek kehidupan, tak terkecuali di dunia pendidikan.

"Teknologi digital tidak akan pernah bisa lepas dalam keseharian aktivitas manusia saat ini. Hal ini juga terjadi terutama pada anak-anak yang sudah kecanduan game online yang makin sulit terlepas dari jerat gawai android. Maka dari itu, kami mencoba untuk membuat anak betah belajar dengan sistem Edutech (pendidikan berbasis teknologi)," ujar pria yang juga anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kecamatan Bareng itu.

Heru mengaku, pengembangan sistem informasi akademis sekolah ini, menjadi wujud penyelenggaraan sistem pendidikan pada sekolah berbasis digital guna memberikan kemudahan dan terobosan baru.

"Aplikasi itu yang akan mengimplementasikan class based technology yang menerapkan IT digital sebagai sarana utamanya," ujarnya, saat ditemui NU Jombang Online.

Heru menambahkan,  Edutech lahir untuk menjawab persoalan dan kebutuhan pendidikan guna mempersiapkan generasi di masa depan. namun bukan berarti teknologi menjadi satu-satunya hal yang menopan pendidikan siswa. Pihaknya juga meyakini bahwa mengembangkan sifat autentik siswa juga harus dilakukan. Jadi menurutnya, siswa harus pro aktif dan kreatif.

"Siswa dididik bukan hanya sebagai penghafal, mengikuti perintah tanpa komunikasi atau sekadar penerima instruksi dari guru, tetapi juga menjadi siswa yang kreatif," jelasnya.

Melalui teknologi ini, kata dia, orang tua diberikan pemahaman bahwa mereka bisa lebih mendukung anaknya dalam pendidikan. Dengan Edutech, lanjutnya, orang tua juga dapat memantau langsung aktivitas anak seperti absensi, nilai akademis, kalender pendidikan, informasi sekolah, dan kegiatan ekstrakurikuler.

"Edutech juga menjadi sarana memperkuat hubungan antara sekolah dan orang tua. Karena orang tua mudah mendapatkan informasi secara langsung mengenai pembelajaran siswa. Apalagi, edutech juga menyedikan pengembangan motivasi dan kreativitas antara guru dan murid. Ini sekaligus menjadi solusi terbaik yang bisa diterapkan demi kemajuan pendidikan," pungkasnya.

Kontributor : Annisa
Editor : Fitriana