Home Opini Bahtsul Masail Amaliyah NU Khutbah Buku/Resensi Berita Nasional Hikmah Fiqih Humor Nyantri Ekonomi Bisnis Berita Daerah Info Grafis Mitra Tentang PCNU Program Foto Video MWC Ranting NU Pengurus PCNU

Siswa Harus Hafal Tahlil setelah Lulus MI Miftahul Huda Temuwulan Perak

Foto: Siswa kelas V saat penyematan tanda kelulusan (foto: NU Jombang Online)
Foto: Siswa kelas V saat penyematan tanda kelulusan (foto: NU Jombang Online)

NU Jombang Online,
Menjelang kelulusan siswa kelas VI Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Huda Perak mengikuti ujian praktik amalan keagamaan yakni tahlil dan wirid, Senin (21/6). Ujian ini digelar untuk mengetahui kemampuan siswa tingkat akhir dalam mengamalkan bacaan tahlil dan wirid. Selain tahlil dan wirid, siswa juga diuji hafalan juz ammah. Ketiganya merupakan amalan yang familiar bagi warga NU yang mengamalkan Ahlussunnah wal Jamaah.

Nurivah Hidayati selaku kepala Madrasah menjelaskan ada beberapa kriteria kelulusan bagi kelas VI MI yakni, sikap, menyelesaikan ujian akhir dan ujian praktek, menyelesaikan pendidikan kelas I-VI dan menuntaskan hafalan amalan keagamaan.

“Ujian ini dilakukan sebelum siswa kelas VI meninggalkan madrasah setelah mereka dinyatakan lulus,” kata Nurva.

Ia menambahkan, tes praktik ibadah ini dimaksudkan untuk memastikan ketiga amalan itu dapat dikuasai siswa sebelum mereka melepas statusnya sebagai siswa di MI Miftahul Huda Perak. 

Sementara itu, Sholihudin, guru penguji hafalan mengatakan, harapannya siswa dapat mengamalkan hafalannya di tengah masyarakat. Menurutnya, Tahlilan, istigasah, dan hafalan juz ammah  sudah sangat familiar di kalangan umat Islam, terutama yang menganut aliran Ahlussunnah wal Jamaah. 

"Semoga dengan adanya ujian ini, siswa bisa benar-benar hafal dan dapat menjadi bekal mereka saat sudah berada di tengah-tengah masyarakat,” papar Guru yang akrab disapa Pak Udin ini.

Ujian digelar secara serentak di empat ruang kelas yang berbeda. Setiap ruangan, ada satu guru yang bertugas menjadi penguji. Siswa bergantian dipanggil ke hadapan guru untuk diuji hafalannya.

Diungkapkan Munazalah, guru pembimbing al-quran, mengungkapkan hal ini juga sejalan dengan keinginan orang tua yang menginginkan anak mereka tidak hanya pandai dalam hal akademik saja melainkan juga dalam hal keagamaan. 

"Jika sudah mengerti dan hafal di sekolah, saat di rumah anak-anak bisa mengamalkan hafalan tahlilnya dalam kegiatan masyarakat. Sementara untuk bacaan wirid, anak-anak bisa mengamalkannya setelah sholat 5 waktu. sedangkan afalan juz ammah, selain memang merupakan program madrasah yang mewajibkan anak-anak hafal 30 juz, anak-anak dapat mengamalkannya sehari-sehari," jelasnya.

Kendati demikian, beberapa  siswa yang belum hafal akan didampingi dengan guru pembimbing sampai lancar.


Kontributor : Septy Yuanita
Editor : Fitriana