Home Opini Bahtsul Masail Amaliyah NU Khutbah Buku/Resensi Berita Nasional Hikmah Fiqih Humor Nyantri Ekonomi Bisnis Berita Daerah Info Grafis Mitra Tentang PCNU Program Foto Video MWC Ranting NU Pengurus PCNU

Sembilan Metode Para Wali yang Perlu Diamalkan

Ilustrasi taubat. (Foto: umma.id)
Ilustrasi taubat. (Foto: umma.id)

Syekh Zainuddin Al-Malibari di dalam nadzam Hidayatul-Adzkiya' menulis:

مَن رامَ أنْ يسلكَ طريقَ الأوْليا :: فلْيحفظَنَّ هذِي الوصَايا عامِلا

"Barang siapa bersengaja menempuh (metode) jalan para wali, maka hendaknya ia menjaga dengan sungguh-sungguh beberapa wasiat ini seraya mengamalkannya"

Setelah dipaparkan tentang perlunya syariat dan contoh ragam tarekat, penadzam kemudian menyebutkan tahapan-tahapan rohani yang merupakan maksud utama dari seorang pejalan, dan pada ghalibnya merupakan sebab sampai (sababul wushul). 

Syekh Muhammad Nawawi Banten dalam Salalimul Fudhala' menjelaskan:

مَن طلبَ ان يدخُل في طريقِ اولِياء الله تعالى فليعملْ بهذهِ الوصايَا التِّسعة الأتي ذِكرها وما معَها

"Orang yang berusaha untuk masuk ke dalam jalan para Wali Allah Ta'ala, maka hendaknya ia mengamalkan 9 wasiat yang akan dituturkan nanti bersama hal-hal yang berkaitan dengannya"

Harapannya, sesiapa yang menjaga dan mengamalkan sembilan nasihat ini, hatinya dibukakan pintu-pintu pemahaman, serta diluaskan dengan cahaya keilmuan. 

Sembilan nasehat itu adalah (1) tobat, (2) qana'ah, (3) zuhud, (4) mempelajari ilmu agama (5) menjaga kesunahan-kesunahan, (6) tawakal, (7) ikhlas, (8) uzlah, dan (9) menjaga waktu.

*Ustadz Yusuf Suharto, tim Aswaja NU Center Jawa Timur