Home Opini Bahtsul Masail Amaliyah NU Khutbah Buku/Resensi Berita Nasional Hikmah Fiqih Humor Nyantri Ekonomi Bisnis Berita Daerah Info Grafis Mitra Tentang PCNU Program Foto Video MWC Ranting NU Pengurus PCNU

Santri dan Kekuatan Niat yang Nyaris Tak Bertabir

Santri Gontor. (Foto: Republika)
Santri Gontor. (Foto: Republika)

Oleh: Syafiuddin*

Perkiraan awal tahun 2018 lalu adalah sebuah cerita nyata yang tak terduga bahwa suatu keyakinan yang telah diniati dalam hati pastilah akan terkabul. Saya Anas Nafiul Ilmi Fiqolbi salah satu santri di Pondok Pesantren Tholibul Ilmi. Berikut ini ceritaku.

Pada waktu itu, aku masih santri di dalam pondok pesantren. Berstatus sebagai santri tentu sebuah hal yang keren sekali bagiku, karena keyakinan seorang santri pasti akan tewujud suatu hari nanti kalau memang sudah tertancap dalam hati.

Suatu hari salah satu pengasuh asramaku akan pergi jauh untuk menjalani ibadah umrah di tanah suci makkah. Semua santri menyiapkan persiapan acara pelepasan ibu nyai untuk berangkat menuju bandara siang hari itu. Saat matahari telah menanjak di atas kepala kami, acara pun telah tiba. Mereka para santri berdiri tegak di depan pagar sambil merunduk dengan rasa hormat. Namun ada juga yang memberikan salam hormat di teras dalem beliau yang tak lain adalah santriwati.

Dalam acara pelepasan itu, kami semua berharap semoga ibu nyai tetap sehat selalu, tetap diberikan kekuatan dalam menjalani rangkaian ibadah umrah di Kota Suci Makkah selama kurang lebih dua pekan itu. Setelah acara selesai, beliau berangkat bersama anak cucunya menggunakan kendaraan pribadi.

Dua pekan telah berlalu, tibalah waktunya ibu nyai pulang pada tanggal dan waktu yang telah ditentukan. Keesokan harinya seluruh santri ibu nyai sowan untuk menceritakan kisah beliau saat beribadah di sana. Sambil menikmati jajan ringan yang ada, kami dengan baik mendengarkan kisah beliau. Dan ada satu pesan beliau yang masih saya ingat yaitu “Le,,, nduk,,, mumpung jek enom jek sehat ojo digawe males-malesan, opo maneh nek enom iki jane luwih penak nak ngelakoni haji lan umroh meski urung dwe bondo, pokok e niat dilakoni tenanan insyaallah pengeran ngabulno doamu” saat itu juga dalam hatiku berniat sungguh-sungguh.

Sebulan telah berlalu, aku sedikit pun tidak menyadari apa yang telah ku ucapkan dulu sekarang menjadi hal yang nyata. Terdengar kabar dari orang tua saya bahwa bulan April sekeluarga akan berangkat umrah. itu menjadi kabar yang membahagiakan sekali. Sepontan dalam hatiku berkata “Alhamdulillah” Setelah mendengar kabar itu, diriku pun bersujud dan berdoa atas kabar bahagia yang sampai kepadaku.

Dari kisah ini, aku sadar bahwa niat adalah hal yang terpenting dari segala urusan. seperti hadits nabi yang mengakatan “sesungguhnya segala sesuatu perbuatan itu hendaknya dengan menggunakan niat dan disetiap urusan itu pasti beserta niat”. 

Aku adalah seorang santri yang menyakini satu hal penting bagiku, yaitu yakin bahwa niat kita yang murni pasti akan terjadi. Tidak ada kekuatan yang menandingi akan keyakinan niat dalam hati kecuali atas ridlo ilahi.

 

*Penulis adalah santri Pesantren Al-Ghozali Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang