Home Opini Bahtsul Masail Amaliyah NU Khutbah Buku/Resensi Berita Nasional Hikmah Fiqih Humor Nyantri Ekonomi Bisnis Berita Daerah Info Grafis Mitra Tentang PCNU Program Foto Video MWC Ranting NU Pengurus PCNU

Santri dan Alumni Pesantren Mambaul Ma'arif Harus Lanjutkan Kiprah Mbah Bisri

Alumni Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar, Kabupaten Jombang, Imron Ridwan saat menyampaikan sambutan pada Haul Mbah Bisri. (Foto: NU Jombang Online/Syamsul Arifin)
Alumni Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar, Kabupaten Jombang, Imron Ridwan saat menyampaikan sambutan pada Haul Mbah Bisri. (Foto: NU Jombang Online/Syamsul Arifin)

NU Jombang Online, 
Segenap santri dan alumni Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar, Kabupaten Jombang, Jawa Timur adalah penerus perjuangan dan kiprah KH Bisri Syansuri. Mereka merupakan santri ideologis salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) itu.

Oleh karenanya, tindak tanduk yang dilakukan Mbah Bisri pada masanya harus dilanjutkan oleh mereka saat ini. Mbah Bisri sendiri di samping dikenal sebagai pendiri NU, ia juga adalah sosok yang tegas dalam bersikap. Hal ini dibuktikannya dengan mendirikan pesantren putri pada zamannya, di mana kalangan laki-laki masih mendominasi segalanya. Di samping itu, penggunaan KB yang saat ini sudah masyhur di kalangan ibu-ibu untuk mengatur jumlah anak adalah wujud ketegasan Mbah Bisri. Mbah Bisri memang dikenal sebagai sosok yang tegas dalam berfiqih.

"Kita sebagai alumni adalah santri ideologis Mbah Bisri, sudah barang tentu memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan beliau, meski kita sudah menjadi alumni, kita tetap santri," kata alumni Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar, Jombang, Jawa Timur, KH Imron Ridwan saat Haul Mbah Bisri, Senin Malam (24/2) di halaman Pesantren Mambaul Ma'arif.

Kiai Bisri, kata dia, juga adalah pejuang NU tulen. Bahkan dalam salah satu wasiyatnya, yakni 'Selama hidupku, aku pengikut Nahdlatul Ulama, jika aku meninggal, maka wasiatku kepada masyarakat supaya mereka tetap menjadi pengikut Nahdlatul Ulama'. Wasiat ini juga ditulis dalam bahasa Arab di gerbang Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar.

"Beliau adalah termasuk pendiri Nahdlatul Ulama sebagaimana wasiyatnya," ujarnya.

Untuk itu, imbuhnya, semua santri dan para alumni Mambaul Ma'arif harus memperhatikan wasiat itu dengan mengambil peran ikut serta membesarkan Nahdlatul Ulama. Sebagaimana sikap santri pada umumnya, taat dan takzim kepada guru dan kiai kudu menjadi pegangan utama. 

"Spirit santri harus tetap dijaga, dirawat tidak boleh berhenti. Proses nyantri tidak pernah selesai meski kita sudah melanjutkan di tempat yang lain," ungkapnya.

Selain itu, ia juga mengimbau agar santri dan sejumlah lulusan Mambaul Ma'arif senantiasa berakhlak mulia. Mereka sejatinya mengemban amanah besar untuk selalu menjaga marwah Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif. Dalam hal ini sikap santri dan alumni sangat menentukan.

"Sebagai santri kita wajib menjaga nama baik santri, keluarga, terutama nama dan marwah Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif," tuturnya 

Hadir pada Haul Mbah Bisri ini ribuan masyarakat dari berbagai daerah. Mereka tampak memadati kawasan pondok hingga ke luar pondok. Hadir pula Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, KH Bahaudin Nur Salim (Gus Baha) dan KH Abdul Qayyum, Rembang. Mereka didapuk menyampaikan ceramah agama.

Kontributor: Red