Home Opini Bahtsul Masail Amaliyah NU Khutbah Buku/Resensi Berita Nasional Hikmah Fiqih Humor Nyantri Ekonomi Bisnis Berita Daerah Info Grafis Mitra Tentang PCNU Program Foto Video MWC Ranting NU Pengurus PCNU

Safari Ramadhan, Pengabdian Mahasiswa Unwaha di Tengah Pandemi Covid-19

Mahasiswa dan dosen Unwaha Jombang dalam pembukaan Safari Ramadhan. (Foto: Dok Unwaha)
Mahasiswa dan dosen Unwaha Jombang dalam pembukaan Safari Ramadhan. (Foto: Dok Unwaha)

NU Jombang Online, 
Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Kabupaten Jombang memberangkatkan sekitar 30 mahasiswanya untuk melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk Safari Ramadhan. Kegiatan yang menjadi program dan langsung dikoordinasi oleh BEM FAI Unwaha ini diikuti oleh sebagaian besar mahasiswa dari Prodi Ekonomi Syariah, Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab, dan juga melibatkan beberapa dari prodi di fakultas lain. Safari Ramadhanini dilaksanakan di Desa Gumulan, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang selama sepekan, yakni mulai 30 April sampai dengan 6 Mei 2021. 

Khotim Fadhli, Dosen Unwaha yang mendampingi dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan 1442 H ini merupakan kegiatan pengabdian terhadap masyarakat sebagai salah satu wujud aplikasi tri darma perguruan tinggi.

Safari Ramadhan ini merupakan media Unwaha terutama mahasiswa Unwaha untuk dapat terjun langsung di masyarakat yang tentu memiliki karakteristik yang berbeda dengan karakteristik lingkungan yang ada di kampus. Hal ini merupakan tantangan yang akan dihadapi mahasiswa untuk nantinya dapat belajar beradaptasi dengan masyarakat namun tetap memberi warna positif di masyarakat, mengingat mahasiswa merupakan individu-individu yang diberi kesempatan lebih sehingga dapat menempuh pendidikan yang lebih tinggi dibanding masyarakat kebanyakan, terutama yang ada di pedesaan. 

"Maka peran mahasiswa nantinya sangat diperlukan demi kemajuan peradapan dan pasti tantangannya adalah bagaimana peran mahasiswa dapat diterima di masyarakat," ucapnya, Jumat (30/4).

Pria yang juga pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Jombang ini menambahkan, Safari Ramadhan di tengah kondisi negara yang masih berjuang dari pandemi Covid-19 harus tetap menjadi perhatian semua tim yang terlibat, dengan memberi contoh terkait protokol kesehatan, misalnya memakai masker dalam setiap aktivitas yang melibatkan masyarakat, mengingat tim Safari Ramadhan adalah pendatang yang bukan asli penduduk sekitar dan memiliki aktivitas di luar desa lokasi Safari Ramdhan.

Karenanya, ia meminta agar semua tim harus bersama-sama menjaga lingkungan tetap sehat tanpa pandemi sebelum kehadiran mahasiswa, dan tetap sehat setelah kepulangan mereka.

"Mengingat dampak pandemi juga berpengaruh terhadap kondisi psikis masyarakat, maka yang harus kita lakukan adalah memberi konseling dalam bentuk ceramah singkat agar masyarakat masih tetap semangat beribadah dan kuat dalam menjalani hidup yang penuh ujian ini dan meyakinkan bahwa kita bisa bangkit dalam segala bidang termasuk ekonomi, sosial dan sebagainya jika bersama saling menjaga dan mengingatkan," ungkapnya.

Sementara itu, Suparman, Kepala Desa Gumulan dalam sambutan penerimaannya menyampaikan bahwa desanya siap menerima mahasiswa-mahasiswa Unwaha. Diharapkan mereka dapat memberi kontribusi bagi warga desa yang dipimpinnya.

"Kami juga berharap mahasiswa Unwaha yang terlibat dalam kegiatan ini memberi contoh masyarakat dalam protokol kesehatan pada setiap kegiatan di desa kami. Dan besar harapan kami bahwa kegiatan ini tidak hanya berhenti sampai Ramadhan ini, namun ada tindak lanjut kerja sama antara desa dan Unwaha terkait penguatan SDM masyarakat Desa Gumulan," katanya.

Ia menyampaikan, para pemuda dan generasi di Desa Gumulan saat ini butuh pendampingan terkait peningkatan keilmuan, terutama ilmu keagamaan. Dan keberadaan mahasiswa Unwaha di desa ini hendaknya memberi perubahan yang positif kepada para pemuda Gumulan.

"Maka besar harapan kami agar Unwaha dapat menjadi stimulus bagi mereka agar lebih terlibat dalam kegiatan keagamaan," tuturnya.

Sebagai informasi, kegiatan Safari Ramadhan ini diisi dengan kegiatan dalam penguatan keagamaan, seperti terlibat sebagai imam dan pengisi kultum di beberapa mushala sebagaimana informasi kepala desa bahwa terdapat 14 mushala di Desa Gumulan yang butuh pendampingan. 

Pendampingan juga dilakukan di beberapa TPQ dalam pendidikan dan pengelolaan manajemen lembaga agar TPQ semakin maju dan para santrinya dapat memperoleh ilmu Al-Qur'an dan agama yang lebih maksimal, termasuk rencana mengenalkan huruf pegon pada anak-anak TPQ. Juga yang tidak kalah penting membaur di masyarakat sembari menggali potensi masyarakat yang mungkin dapat dikembangkan masyarakat nantinya. 

Kontributor: K Fadhli
Editor: Ahmad