Home Opini Bahtsul Masail Amaliyah NU Khutbah Buku/Resensi Berita Nasional Hikmah Fiqih Humor Nyantri Ekonomi Bisnis Berita Daerah Info Grafis Mitra Tentang PCNU Program Foto Video MWC Ranting NU Pengurus PCNU

Resolusi Jihad Perang Jombang: Ajak Kaum Muda Nahdliyin Jadi Pahlawan

Muhammad Fatoni Mahsun (tengah) Saat Membedah Buku Karyanya ditemani moderator (Arif Fachrudin Achmad) dan Panelis (Inswiardi)
Muhammad Fatoni Mahsun (tengah) Saat Membedah Buku Karyanya ditemani moderator (Arif Fachrudin Achmad) dan Panelis (Inswiardi)

NU Jombang Online,
Pacu semangat generasi muda Nahdliyin untuk jadi Pahlawan di dalam lingkup terkecil hidupnya, Pengurus Cabang Lembaga Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (PC LTN NU) Jombang menggelar acara bedah buku Resolusi Jihad Perang Jombang di Majelis Wakil Cabang (MWC NU) Jogoroto, Kabupaten Jombang, Kamis (29/10).

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian Hari Santri Nasional 2020 Kabupaten Jombang. Syaiful Chabib (29), ketua panitia acara mengatakan, negara Indonesia sebagai negara majemuk, saat ini tengah berada di era globalisasi yang serba canggih dimana sebagian besar kalangan muda menurun minatnya untuk mempelajari sejarah. Latar belakang tersebut yang akhirnya mendasari digelarnya bedah buku Resolusi Jihad Perang Jombang.

"Kami ingin kaum muda, khususnya warga Jombang tahu peran pahlawan yang berasal dari jombang sehingga mampu meneladani sifat-sifatnya. Dari situ, harapannya dapat lahir pemuda-pemuda yang berjiwa nasionalis juga agamis seperti tokoh-tokoh yang ada di buku tersebut," ungkap Syaiful.

Menurut Syaiful, pemuda adalah cikal bakal pemimpin masa depan. Sehingga, harus meneladani perjuangan - perjuangan pahlawan terdahulu. Apalagi, lanjut dia, tokoh-tokoh tersebut adalah pahlawan yang berasal dari Jombang yang merupakan tanah kelahiran.

“Saya berharap para generasi muda Jombang bisa mejadi pemimpin yang berjiwa nasionalis dan agamis sehingga tidak ada permasalahan lagi antara keduanya," jelasnya.

Sementara itu Muhammad Fatoni Mahsun, Pemateri sekaligus penulis buku 'Perang Jombang' menjelaskan, bahwa buku ini ditulis dengan gaya bahasa novel agar para generasi milenial sekarang bisa mengikuti alur cerita dalam resolusi jihad dengan nyaman.

"Saya mengikuti tren anak muda sekarang, mengingat anak milenial sekarang sulit dan meles untuk menghafal nama tokoh, tanggal dan buku-buku sejarah. Maka saya tulis dalam bentuk novel agar mereka bisa menikmati alur ceritanya," jelas Fatoni, mengenai buku karyanya.

Sebagai panelis, Inswiardi Ketua Lesbumi NU Jombang mengatakan, bagi saya buku ini ada 3 karakter yang saya jumpai yaitu Fatoni sebagai seorang jurnalis, sebagai seorang penjemput data peneliti, dan sebagai seorang novelis. Dalam 3 hal tersebut pesan yang ingin disampaikan yaitu orang itu bisa menjumput jiwa kepahlawanan dengan kesunyian yang dihadirkan oleh novel tersebut. "Dalam buku tersebut saya menemukan 3 karakter. Dari 3 karakter tersebut ada beberapa fase yang bisa diziarahi bagaimana perjuangan menuju kemerdekaan," jelasnya.

Inswiardi mengungkapkan, bahwa buku ini menarik karena bisa mengangkat sejarah menjadi sebuah cerita dalam bentuk novel yang bisa dinikmati oleh semua orang.

"Intinya buku ini mas Fatoni mengajak kita untuk menjadi pahlawan," pungkasnya.

Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta dari perwakilan Badan Otonom (Banom) NU yaitu, Ansor, Fatayat, Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU). Karena masih pademi Covid-19, kegiatan ini tetap menggunakan protokol kesehatan yang berlaku. Dengan didampingi langsung oleh tim Satgas NU Peduli Covid-19.

Pewarta: Rohmadi
Editor: Fitriana