Home Opini Bahtsul Masail Amaliyah NU Khutbah Buku/Resensi Berita Nasional Hikmah Fiqih Humor Nyantri Ekonomi Bisnis Berita Daerah Info Grafis Mitra Tentang PCNU Program Foto Video MWC Ranting NU Pengurus PCNU

Perlihatkanlah Nikmat Tuhanmu

Ilustrasi. (Foto: wallpaperstone)
Ilustrasi. (Foto: wallpaperstone)

Oleh: KH Abdul Nashir Fattah*
     
Begitu kita memasuki bulan maulud, kita akan mengetahui dan melihat di sana-sini, di mana-mana, mulai dari desa sampai kota banyak umat Islam yang memperingati maulid, banyak umat Islam yang mengenang dan mengenangkan kembali sejarah hidup dan perjuangan baginda Rasulillah Shallallahu ‘alaihi wasallama. 
     
Tidak mau ketinggalan, Insya Allah nanti malam, Jum'at malam Sabtu, 30 Oktoberber 2020, Jama’ah pengajian atau Majlis Ta’lim “Al-Ibriz” Pondok Pesantren Bahrul Ulum juga ikut berpartisipasi memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw. sekaligus juga memperingati Hari Ulang Tahun Pengajian atau Majlis Ta’lim “Al-Ibriz” yang ke 22. 
     
Kesemuanya ini adalah anugerah Allah Swt yang layak dan harus disyukuri. Kesemuanya ini, tidak lain dan tidak bukan adalah salah satu wujud Tahadduts bin nikmah yang memang diperintahkan Allah Swt dalam firman-Nya:

{وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ} [الضحى: 11]
     
“dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan.” [QS. ad Dluhaa: 11].
     
Kelahiran dan diangkatnya Nabi Muhammad sebagai Rasul adalah suatu nikmat besar dan rahmat bagi umat Muhammad bahkan bagi semesta alam. Allah Swt berfirman:

{وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ} [الأنبياء: 197]
     
“dan tidaklah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” [QS. al Anbiya: 
     
Baginda Rasul Saw telah memperlihatkan dan menyampaikan nikmat itu (Islam dan yang lainnya) dimulai dari keluarganya, tetangganya, masyarakat Makkah dan pada akhirnya tersebar luas ke mana-mana sejalan dengan apa yang dikehendaki Allah Swt. 
     
Perintah “Tahadduts bin nikmah”, memperlihatkan kenikmatan ini tidak hanya berlaku bagi Nabi saja, tetapi berlaku umum, selain Nabi Saw. termasuk di dalamnya adalah kita umat Muhammad ini.
     
Imam as Shawi al Maliki, dalam kitab Tafsirnya menjelaskan sebagai berikut: “Tahadduts bin nikmah bagi selain Nabi Saw itu diperbolehkan jika dimaksudkan bersyukur (atas nikmat itu), agar diikuti oleh orang lain dan (jika) selamat dari ghurur (tertipu) dan takabbur”. 
     
Al Imam al Hasan bin Ali Radliyallahu ‘anhuma berkata: “Jika kamu telah melakukan kebaikan, maka ceritakanlah (kebaikan itu) kepada teman-temanmu agar mereka (mau) mengikutimu”. 

Wallahu ‘alam bisshawab.

 

*Rais Syuriyah PCNU Jombang