Home Opini Bahtsul Masail Amaliyah NU Khutbah Buku/Resensi Berita Nasional Hikmah Fiqih Humor Nyantri Ekonomi Bisnis Berita Daerah Info Grafis Mitra Tentang PCNU Program Foto Video MWC Ranting NU Pengurus PCNU

Kisah Cinta Kader PMII dan IPPNU Jombang hingga Berjodoh, tanpa Berpacaran

Aswiyanto (PMII) dan Irsya (IPPNU) pada saat resepsi pernikahannya tahun lalu. (Foto: Istimewa)
Aswiyanto (PMII) dan Irsya (IPPNU) pada saat resepsi pernikahannya tahun lalu. (Foto: Istimewa)

NU Jombang Online, 
Jodoh merupakan suatu karunia yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Sebagai manusia hanya bisa berikhtiar dan berdoa agar dipertemukan jodohnya sesuai yang dikehendaki.

Seperti halnya perjuangan Aswiyanto (28) Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Jombang ini. Aswi sapaan akrab pemuda asli Sumenep, Madura ini hingga umur 28 tahun masih mengabdikan diri menjadi Pengurus Cabang PMII Jombang hingga dua kali periode yaitu pada 2017-2018 dan 2018-2020.

"Berorganisasi itu sangat mengasyikan, apa yang kita cari ada di sana. Waktu itu saya yakin saja, Allah SWT sudah menetapkan jodohku siapa. Tugasku hanya berikhtiar dan berdoa dan yang utama adalah mengabdikan diri di PMII untuk kemaslahatan umat Islam ke depan," katanya kepada NU Jombang Online, Ahad (26/6).

Ia berkhidmah di PMII dengan teguh dan sungguh-sungguh tanpa pamprih. Yang terpenting baginya semata menjalankan dengan penuh tanggung jawab segala amanah yang sudah diemban dalam organisasi. 

Di tengah perjalanan berorganisasi, secara tidak sengaja dengan seorang kader Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jombang di acara Aksi Damai Kemanusiaan Bela Palestina yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jombang di Bundaran Ringin Contong 2018 silam.

Gadis cantik tersebut bernama Nur Irsyadatul Mukarromah (22) yang sedang menempuh pendidikan di kampus Unwaha Jombang serta mengabdikan dirinya menjadi pengurus PC IPPNU Jombang kala itu.

Aswi menceritakan, soal jodoh memang sudah menjadi ketentuan Sang Kholik. Dan cara Sang Maha Besar mepertemukan jodoh itu juga dengan cara yang unik dan indah.

"Waktu itu saya secara tidak sengaja duduk bersebelahan. Pada waktu puncak acara semua peserta dikasih lilin dan disuruh untuk menyalakannya. Karena saya termasuk ahli hisap (perokok) korek api selalu ada disaku saya. Waktu proses menyalakan lilin istriku ini agak jaim mau pinjem korek api tapi malu-malu gitu," ungkap pria lulusan Unhasy Tebuireng Jombang ini.

Aswi yang terkenal sebagai aktivis pemberani, dengan gestur tubuh kader IPPNU yang jaim kepadanya malah dibuat candaan dan ledekan. Namun, dalam hatinya ia juga merasa tertarik melihat senyum manisnya saat ia godain. Lantas dengan mimik wajah yang masih terlihat bercanda Aswi mencoba memberanikan diri untuk minta nomor Whatsappnya.

"Awalnya jaim-jaim, ya sekalian saya kerjain saja. Lha pas dikerjain kok malah senyum-senyum. Namun, berkat senyum itu hati ku terenyuh dan menaruh hati padanya. Awalnya bercanda minta WA dikasih alhamdulillah, tidak ya tidak masalah. Alhamdulillah dikasih hati langsung berbunga-bunga," bebernya.

Dari pertemuan tak terduga tersebut, Aswi dan Irsya terus berkomunikasi dengan baik. Namun, mereka tetap tidak menjalin sebuah hubungan pacaran. Mengingat masing-masing mereka teguh memegang ideologi organisasi PMII dan IPPNU. Apalagi mereka termasuk alumni pesantren.

"Setelah itu komunikasi masih nyambung namun kita berkomitmen untuk tidak pacaran dan saling menjaga perasaan. Saya yakin jika dia jodohku pasti akan kepada ku," ujar pemuda yang akrab disapa Mbah Aswi ini.

Di kepengurusan PC PMII Jombang periode 2018-2020, Aswiyanto yang sudah berumur 28 tahun sering disaranin sesama pengurus untuk menikah mengingat umurnya paling tua di antara pengurus lainnya. Maka juga tak heran jika di kepengurusan tersebut sahabat-sahabat lain memanggilnya Mbah Aswi.

Dengan kebraniaannya sebelum berakhir kepengurusan tepat pada bulan Juni 2020 ia memberanikan diri untuk melamar gadis pujaan hatinya dengan didampingi oleh Ketua IKAPMII Jombang, Kiai Amir Maliki Abitholha.

Selang beberapa bulan sebelum demisioner kepengurusan PC PMII Jombang telah memberanikan diri menikahi gadis yang ia idam-idamkan selama ini.

"Banyak cobaan sebelum melamar dan menikahi istriku ini. Banyak pertimbangan salah satunya masih belum demisioner dan masih mempunyai tanggungjawab di PMII Jombang," tegasnya lagi.

Baginya PMII Jombang merupakan sebuah keluarga dan rumah yang sulit untuk ia tinggalkan. Namun, menikah merupakan sunnah nabi yang sangat dianjurkan untuk segera dilaksanakan.

"Berat pasti untuk meninggalkan PMII pada waktu itu. Namun, menikah jauh lebih penting untuk mencetak kader PMII selanjutnya," ungkapnya sambil ketawa.

Setelah menikah, Aswi dan Irsya masih aktif menjalankan roda organisasi masing-masing hingga akhir periode waktu Konfercab.

"Enaknya punya istri aktivis selain perhatian dia juga mau diajak berjuang bersama. Pokoknya kader IPPNU top dah," jelasnya.

Kini meraka berdua hidup dengan bahagia setelah menjalani rumah tangga kurang lebih satu tahun ini. Mereka berdua juga sudah dikaruniai seorang putri yang cantik yang kelak akan meneruskan perjuangan orang tuanya di IPPNU dan PMII.

"Alhamdulillah, sekarang sudah punya kader 1 untuk berjuang di IPPNU dan PMII kelak meneruskan perjuangan ibu dan ayahnya," pungkasnya.

Pewarta: Rohmadi
Editor: Ahmad