Home Opini Bahtsul Masail Amaliyah NU Khutbah Buku/Resensi Berita Nasional Hikmah Fiqih Humor Nyantri Ekonomi Bisnis Berita Daerah Info Grafis Mitra Tentang PCNU Program Foto Video MWC Ranting NU Pengurus PCNU

Khutbah Jumat : Meneladani Sikap dan Perjuangan Muassis Nahdlatul Ulama

98 tahun NU (foto: istimewa)
98 tahun NU (foto: istimewa)

Khutbah

الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِالتَّعَاوُنِ وَالْاِتِّحَادِ وَنَهَانَا عَنِ التَّخَالُفِ وَالْاِنْفِرَادِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ شَهَادَةَ ادَّخَرُهَا لِيَوْمِ الْمِعَادِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِيْ اِلَى الْهُدَى وَالرَّشَادِ. اَللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اتَّقُوا اللهَ فِيْ جَمِيْعِ الْحَالَاتِ.

Hadirin sidang juma't yang dimuliakan Allah

Mari kita tingkatkan taqwa kita kepada Allah SWT. dengan menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Di antara perintah Allah adalah bersatu dan kompak dalam menjalankan titah sebagai manusia yang tunduk pada perintah Tuhannya. Karenanya Rasulullah SAW. bersabda :

يَدُ اللهِ مَعَ الْجَمَاعَةِ، فَإِذَا شَذَّ الشَّاذُّ مِنْهُمُ اخْتَطَفَهُ الشَّيْطَانُ كَمَا يَخْتَطِفُ الذِّئْبُ الشَّاةَ مِنَ الْغَنَمِ

Rahmat Allah bersama jamaah, apabila di antara jamaah itu ada yang memencil sendiri, maka syaiton pun akan menerkamnya seperti serigala menerkam kambing.

Perselisihan dan saling bermusuhan adalah sikap yang tidak terpuji dan tidak produktif, bahkan akan melemahkan dan menghancurkan bangunan bangsa dan negeri ini. Hanya orang-orang yang tidak mencintai negerinya, yang ingin senantiasa melestarikan perselisihan dan permusuhan dengan kebanggaan yang kosong. Itu sebabnya Rasulullah SAW. yang kita percayai bersama memperingatkan :

لَا تَحَاسَدُوْا، وَلَا تَنَاجَشُوْا، وَلَا تَبَاغَضُوْا، وَلَا تَدَابَرُوْا، وَلَا يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ، وَكُوْنُوْا عِبَادَ اللهِ إِخْوَانًا

Janganlah kamu saling dengki, saling menjerumuskan, saling bermusuhan, saling membenci dan janganlah sebagian kamu menjual atas jualan sebagian lain yang sedang berlangsung, dan jadilah kamu sekalian bersaudara wahai hamba-hamba Allah.

Kebaikan apa yang diperjuangkan dengan perselisihan dan permusuhan? Bukankah Tuhan yang kita ikrari untuk dipertuhankan telah melarang permusuhan? Atau jangan-jangan mempertuhankan diri sendiri dan golongannya masing-masing? Apakah tidak cukup jelas firman Tuhan :

وَلَا تَنَازَعُوْا فَتَفْشَلُوْا وَتَذْهَبَ رِيْحُكُمْ، وَاصْبِرُوْا إِنَّ اللهَ مَعَ الصَّابِرِينَ. الأنفال أية 46

Dan janganlah kamu sekalian saling bertengkar, nanti kamu sekalian jadi gentar dan hilang kekuatanmu. Dan tabahlah kamu sekalian, sesungguhnya Allah bersama dengan orang-orang yang tabah.

Seperti dimaklumi, manusia harus bermasyarakat, bercampur dengan yang lain, sebab seorangpun tak mungkin sendirian memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Mau tidak mau harus bermasyarakat, berkumpul yang membawa kebaikan bagi umatnya dan menolak keburukan dan ancaman bahaya.

Karena itu, persatuan, ikatan batin satu dengan yang lain, saling bantu menangani suatu perkara dan seiya sekata adalah merupakan penyebab kebahagiaan yang terpenting dan faktor paling kuat bagi menciptakan persaudaraan dan kasih sayang.

Itu sebabnya Hadrotussyekh Hasyim Asy'ari dan ulama' sepuh yang lain melahirkan Nahdlatul Ulama', untuk sarana mewujudkan cita-cita besar yang bermanfaat untuk negeri ini, disamping wadah dakwah dalam melestarikan Islam Ala Ahlissunnah Wal Jamaah, sebagai wujud kecintaan pada sebuah negeri yang lahir atas Rahmat Allah dan bahu membahu semua anak negeri lintas agama dan suku dengan taruhan nyawa dan tetesan darah.

Untuk itu mari kita gigih dan semangat mempertahankan negeri ini dengan segala peradabannya yang luhur. Jangan biarkan orang-orang culas mengoyak keutuhan negeri ini, sebagaimana semangat para pendahulu dalam mempertahankan negerinya.

جَعَلَنَا اللهُ وَإِيَّاكُمْ مِنَ الْمُتَعَاوِنِيْنَ وَالْمُتَّحِدِيْنَ وَحَشَرَنَا وَإِيَّاكُمْ فِيْ زُمْرَةِ الْمُتَّقِيْنَ وَأَدْخَلَنَا وَإِيَّاكُمْ فِيْ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ. وَاِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوْا لَهُ وَأَنْصِتُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ. وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللهِ  جَمِيْعًا وَلَا تَفَرَّقُوْا. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.

 

Oleh : Kiai M. Sholeh, Wakil Rais Syuriyah PCNU Jombang