Home Opini Bahtsul Masail Amaliyah NU Khutbah Buku/Resensi Berita Nasional Hikmah Fiqih Humor Nyantri Ekonomi Bisnis Berita Daerah Info Grafis Mitra Tentang PCNU Program Foto Video MWC Ranting NU Pengurus PCNU

Ketua Ansor Barong Sawahan, Bandar Kedung Mulyo Tutup Usia

Foto Santoso saat menjadi pemateri di acara Makesta pada bulan Mei (foto : istimewa)
Foto Santoso saat menjadi pemateri di acara Makesta pada bulan Mei (foto : istimewa)

NU Jombang Online,
Kabar duka datang dari Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Bandar Kedung Mulyo, Kabarnya salah satu pengurus MWCNU, Santoso tutup usia di umur 42 tahun. Almarhum dikabarkan meninggal dunia jumat siang (9/7), sekitar pukul 13.30 WIB di Rumah Sakit Umum Daerah Jombang.

Beliau adalah pengurus MWCNU Bandar Kedung Mulyo bidang bantuan hukum, sekaligus ketua Ansor Barong Sawahan. Ia juga pembina PAC IPNU Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang.

Melalui grup percakapan media sosial alumni IPNU-IPPNU Bandar Kedung Mulyo, Santoso dikabarkan kritis pada Jumat  pagi sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Untaian doa mulai dipanjatkan untuk kesembuhan pembina PAC IPNU Bandar Kedung Mulyo tersebut.

Menurut Shobirin, pembina Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PAC IPNU) Bandar Kedung Mulyo, yang juga Kakak kandung dari Santoso, adiknya meninggal setelah 2  minggu di rawat di RSUD Jombang.

"Sebelum sakit, adik saya sempat pergi bekerja di Sidoarjo, setelah itu jatuh sakit dan langsung dilarikan ke RSUD Jombang. Almarhum belum sempat ke rumah dan langsung dirawat inap," Kata Shobirin.

Shobirin juga berpesan agar masyarakat dan pelajar selalu menjaga kesehatan dalam berkegiatan. Melakukan protokol kesehatan yang ketat dan selalu meningkatkan ibadah serta berdoa untuk keselamatan semuanya.

Almarhum dimakamkan pada jumat malam, di Tempat Pemakaman Umum Desa Barongsawahan, Kecamatan Bandarkedungmulyo.

Semasa Hidupnya Santoso merupakan sosok yang dermawan, dan bersemangat, dan aktif dalam berorganisasi di Nahdlatul Ulama.

"Di saat sakit, dia tidak banyak mengeluh, bahkan masih sempat membelikan ibu saya sapi untuk kurban," cerita Shobirin.

Di waktu yang sama, Munajad Pembina IPNU PAC Bandar Kedung Mulyo mengatakan, Santoso adalah Pembina IPNU yang sangat loyal. Dia sering meluangkan waktunya untuk menghadiri kegiatan IPNU-IPPNU.

"Salah satu pesan beliau yang saya ingat adalah di dalam berorganisasi, kita tidak boleh mencari peluang hidup dalam organisasi. Kebalikannya, kita harus bisa  menghidupkan organisasi," imbuh Munajad.


Kontributor : Septy Yuanita
Editor : Fitriana