Home Opini Bahtsul Masail Amaliyah NU Khutbah Buku/Resensi Berita Nasional Hikmah Fiqih Humor Nyantri Ekonomi Bisnis Berita Daerah Info Grafis Mitra Tentang PCNU Program Foto Video MWC Ranting NU Pengurus PCNU

Didik Masyarakat Bebas Riba, Kades Banjarsari Ajak Perangkat Desa Jadi Anggota BMTNU

sejumlah perangkat Desa Banjarsari Membawa buku anggota BMTNU (Foto : Jombang NU Online )
sejumlah perangkat Desa Banjarsari Membawa buku anggota BMTNU (Foto : Jombang NU Online )

NU Jombang Online,
Niat baik dan sikap tawadhu' H. Basyarudin, Kepala Desa Banjarsari terhadap Nahdlatul Ulama (NU) patut dijadikan contoh bagi warga nahdliyin yang lain. Sebanyak 14 perangkat desa Banjarsari diajak untuk mendaftarkan diri menjadi anggota Baitul Maal Wat Tamwil Nahdlatul Ulama (BMTNU) Bandarkedungmulyo. Hal ini dilakukan demi mendidik masyarakat untuk terbebas dari jerat riba.

Integritas warga NU dan pemerintah desa adalah kekuatan yang besar untuk membangun dan mengembangkan perekonomian warga NU. H. Basyarudin ingin membesarkan NU lewat bidang Ekonomi. Hal yang dilakukan salah satunya adalah dengan mengajak perangkat desa yang dinaunginya terlibat aktif menjadi anggota BMTNU Bandar Kedung Mulyo.

Lewat bidang ekonomi, Basyarudin ingin menghapus pemikiran masyarakat tentang banyaknya iuran dalam tiap kegiatan NU. Ia ingin mengembalikan kepercayaan masyarakat, bahwa NU juga bisa memberikan manfaat seperti Bank tanpa melibatkan diri dengan riba.

"Saya ingin desa Banjarsari menjadi contoh desa lain di Bandar Kedung Mulyo dengan mengarahkan perangkat desa untuk menjadi anggota BMTNU Bandarkedungmulyo. Langkah pertama mulai dari perangkat desa, setelah itu nanti lembaga desa," jelasnya.

BMTNU harus mendapat kepercayaan penuh dari masyarakat. Dengan begitu, kata dia, masyarakat tidak akan terjebak dengan urusan riba dan rentenir yang menjamur. 

“Saya tidak ingin masyarakat hidupnya terjebak dalam riba. Karena riba akan membuat semua yang dilakukan dalam hidup tidak akan barokah. Karena itu, untuk membangun sebuah bangsa, harus diawali dari lingkup terkecil. Awali dengan diri sendiri, keluarga, RT, RW sampai tingkatan desa ke atas," paparnya.

Dengan begitu, Basyarudin beserta perangkat desa Banjarsari membina masyarakat sejak awal dengan rezeki yang benar-benar halal.

“BMTNU ini adalah salah satu jawaban. Motivasi saya adalah untuk membangun sumber daya masyarakat. Budaya, tradisi, kultur dan ajaran ahlussunnah waljamaah dapat benar-benar kita terapkan di masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, pihak BMTNU membenarkan adanya sejumlah perangkat desa dari Banjarsari untuk mendaftar menjadi anggota BMTNU Bandarkedungmulyo yang terletak di Desa Banjarsari, tepatnya di Gedung Muslimat PAC Bandarkedungmulyo.

Alfiansyah, salah satu pegawai BMTNU Bandarkedungmulyo sangat mengapresiasi usaha Kepala Desa Banjarsari tersebut. Ia berharap, masyarakat dari desa lain juga mendaftarkan diri menjadi anggota BMTNU, untuk memulai perekonomian yang lebih baik tanpa riba,” tandas Alfian yang juga merupakan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Jombang.

Banjarsari merupakan desa pelaku sejarah, pada waktu zaman Mbah Hasyim Asyari berjuang, Desa Banjarsari adalah benteng tempat berkumpulnya pejuang tentara keamanan rakyat/ tentara hisbullah.

"Abah saya juga sebagai komandan kompi dan juga termasuk ketua organisasi nu sekaligus kepala desa banjarsari pada tahun 1945,” ungkap Basyarudin yang saat ini juga menjadi pembina Ansor PAC Bandarkedungmulyo.

Sejak masa mudanya, Basyarudin juga aktif dalam kepengurusan Ansor. Mulai dari ranting hingga pusat. Ia sekarang menjabat sebagai pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Bandarkedungmulyo. 

Untuk menandai bahwa negara ini didirikan oleh kiai NU, Basyarudin bahkan membuat lambang NU di gapura Balai Desa Banjarsari.

  
Kontributor : Septy Yuanita    
Editor : Fitriana