Home Opini Bahtsul Masail Amaliyah NU Khutbah Buku/Resensi Berita Nasional Hikmah Fiqih Humor Nyantri Ekonomi Bisnis Berita Daerah Info Grafis Mitra Tentang PCNU Program Foto Video MWC Ranting NU Pengurus PCNU

Ini Penyebab Orang Jadi Fakir, Segera Tinggalkan

Ilustrasi fakir. (Foto: Pikiran Rakyat)
Ilustrasi fakir. (Foto: Pikiran Rakyat)

Saat ngaji dalam Lailatul Ijtima Ranting NU Candimulyo awal 2021 di Musala Baiturrohman Nglundo Utara, Wakil Rais Syuriyah PCNU Jombang, Kiai Muhammad Soleh sempat menjelaskan penyebab fakir. "Masuk kamar mandi kaki kanan duluan itu menjadi penyebab fakir," tuturnya mengutip kitab Fathul Mu'in.

Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam mengajarkan; masuk kamar mandi dengan kaki kiri dulu. Baru keluarnya kaki kanan dulu.

Ketika mau masuk kamar mandiri juga dianjurkan baca doa. Allahumma inni audzu bika minal khubusi wal khobais. "Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan perempuan".

Orang yang tidak membaca doa, kencing dan kotorannya oleh setan dilabur-laburkan ke tubuh orang itu tanpa ia sadari.

Ketika keluar kamar mandi, kaki kanan dulu sambil berdoa. Allahumma tohhir qolbi minannifaqi wa hassin farji minal fawahisi. "Ya Allah bersihkanlah hatiku dari sifat munafik. Dan jauhkanlah kemaluan ku dari zina". 

Di Taklimul Mutaalim juga disebutkan beberapa hal yang menyebabkan fakir. Yang utama yakni karena dosa. Khususnya dosa berbohong.

Juga karena tidak mendoakan kedua orang tua.

Juga karena meremehkan ajaran syariat. Masuk kamar mandi kaki kiri dulu termasuk ajaran syariat. Masuk kamar mandi kaki kanan dulu termasuk tidak melaksanakan ajaran syariat.

Penyebab fakir lainnya yang juga disebutkan di Taklimul Mutaalim antara lain, nginepno sampah. Jadi kalau di rumah ada sampah, harus langsung dibuang. Jangan sampai nginep.

Ini masuk akal. Karena bisa menyebabkan penyakit. Kalau di rumah ada sampah, penghuninya gampang penyakitan. Kalau penyakitan, uangnya habis buat berobat.

Tidak nutupi panganan. Ini juga menjadi penyebab fakir. Karena kalau makanan tidak ditutupi bisa di-teleki atau di-cemplungi kewan. Sehingga jadi sumber penyakit.

Lalu membiarkan rumah ada sawang. Ini juga masuk akal. Karena kalau rumah kotor akeh sawange, kita jadi males. Kurang produktif. Jual apa-apa juga gada yang mau datang beli.

Penyebab fakir juga, cepat-cepat keluar masjid saat shalat Subuh. Ini makanya di pesantren para santri pasti diajak kegiatan usai Subuh.

Cak Makhi cerita, di Pesantren Langitan usai subuh santri diajak banyak baca salawat.

Di pesantren Luhur Malang, saya dulu diajak istigotsah dan halaqah tiap usai Subuh.

Di PP Darul Ulum Rejoso, juga istigotsah bakda Subuh.

Almarhum KH Sahlan, guru ngaji saya di Katerban, Pulorejo, Ngoro dulu, tiap habis Subuh juga ngajak ngaji Quran. Setelah khatam Quran, ngaji kitab makno pegon dengan sorogan.

Di KH Ridwan Alhafid Ngoro juga ngaji Qur'an bakda Subuh.

Di semua pesantren pasti ada jadwal ngaji bakda Subuh.

Ini makanya orang tua yang anaknya nyantri pasti tidak sampai kekurangan rezeki. Karena anaknya di pesantren ikut membantu mendownload rezeki.

Mugi Allah paring semua umat Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam saget ngelampahi(Jif)