Home Opini Bahtsul Masail Amaliyah NU Khutbah Buku/Resensi Berita Nasional Hikmah Fiqih Humor Nyantri Ekonomi Bisnis Berita Daerah Info Grafis Mitra Tentang PCNU Program Foto Video MWC Ranting NU Pengurus PCNU

Ini Amalan-amalan yang Dilakukan di Malam Nisfu Sya'ban

Ilustrasi malam nisfu Sya'ban. (Foto: NU Online)
Ilustrasi malam nisfu Sya'ban. (Foto: NU Online)

Bulan Sya’ban merupakan salah satu bulan yang mulia, banyak sekali keutamaan bulan Sya’ban, salah satunya adalah adanya malam Nishfu Sya’ban, sebagaimana hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Ibn Majah:

عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا نَهَارَهَا فَإِنَّ اللَّهَ يَنْزِلُ فِيهَا لِغُرُوبِ الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا فَيَقُولُ أَلَا مِنْ مُسْتَغْفِرٍ لِي فَأَغْفِرَ لَهُ أَلَا مُسْتَرْزِقٌ فَأَرْزُقَهُ أَلَا مُبْتَلًى فَأُعَافِيَهُ أَلَا كَذَا أَلَا كَذَا حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ

"Dalam hadits Ali, Rasulullah bersabda: "Bila datang malam nisfu Sya'ban, maka hidupkanlah dengan shalat dan puasalah pada siang harinya, sesungguhnya Allah turun ke langit dunia pada malam itu, lalu Allah bersabda: "Orang yang meminta ampunan akan Aku ampuni, orang yang meminta rezeki akan Aku beri dia rezeki, orang-orang yang mendapatkan cobaan maka aku bebaskan, dan seterusnya, hingga fajar menyingsing". 

Mengkhususkan ibadah tertentu di malam Nisfu Sya’ban telah dipraktikkan di masa Tabi’in. Menurut al-Qasthalani bahwa para tabi’in di Syam seperti Khalid bin Mi’dan telah mengkhususkan beribadah pada malam Nisfu Sya’ban. 

Kegiatan ibadah di malam Nisfu Sya’ban dapat dilakukan dengan dua macam, pertama dengan cara dilakukan bersama-sama di masjid dan musala. Kedua, dilakukan sendiri-sendiri di rumah masing-masing.

Nah, untuk mendapatkan keutamaan malam Nishfu Sya’ban, ulama zaman dahulu banyak sekali yang mengajarkan kepada kita untuk melakukan ibadah berupa :

Pertama, berpuasa di siang hari pada pertengahan bulan Sya’ban (Nishfu Sya’ban).

Kedua, setelah shalat Maghrib dan ba’diyah Maghrib dilanjutkan dengan melaksanakan shalat Taubat 2 rakaat dan shalat Hajat 4 rakaat dua kali salam sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah.

Ketiga, membaca surat Yasin sebanyak tiga kali. Bacaan Yasin pertama diniati memohon kepada Allah untuk diberi umur panjang yang barakah. Bacaan Yasin kedua diniati memohon kepada Allah agar diberi kemudahan dan kelancaran rezeki. Bacaan Yasin ketiga diniati memohon kepada Allah agar dijauhkan dari bala dan musibah. Setiap selesai membaca Yasin dilanjutkan dengan berdoa:

اللَهُمَّ يَا ذَا المَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ
اللَهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللَّهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِي، وَاكْتُبْنِي عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الحَقُّ فِي كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ "يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ" وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

“Wahai Tuhanku yang maha pemberi, Engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Ya Allah Tuhanku, jika kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata—sementara perkataan-Mu adalah benar—di kitab-Mu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh. Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT”.

Keempat, memperbanyak memohon ampun kepada Allah dengan membaca istighfar dan atau sayyidul istighfar seperti berikut:

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ

Kelima, memperbanyak membaca kalimat thayibah tahlil (لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ)

Nah, jika ada yang mengatakan tidak ada amalan khusus di malam Nisfu Sya’ban, maka jawab saja dengan pertanyaan balik bahwa apakah ada larangan orang melaksanakan shalat taubat, shalat hajat, membaca Yasin, membaca sayyidul Istighfar, dan berdzikir kepada Allah?

Setelah itu tambahi juga dengan pertanyaan, lebih baik mana nongkrong, cangkruk, rasan-rasan, lihat televisi, mainan HP, bermedsos ria, atau ngelamun dengan ibadah-ibadah di atas?

Mari bersama-sama melakukan amaliah tersebut, baik dilakukan sendiri atau berjama’ah ah di masjid. Namun, kalau saya lebih senang jika dilakukan berjamaah di masjid karena akan mendapatkan beberapa keuntungan antara lain:

1. Mendapatkan keutamaan menunggu antarwaktu shalat wajib, yaitu antarmaghrib dan Isya, karena orang yang menunggu di antara waktu shalat wajib akan menjadi umat kebanggan Nabi Muhammad SAW di hari kiamat. Dengan niat menunggu waktu shalat Isya dilakukan dengan amalan-amalan nisfu Sya'ban.

2. Mendapatkan keutamaan memakmurkan masjid.

3. Kalau dilakukan berjama'ah akan terasa ringan daripada dilakukan sendirian.

 

Moh. Makmun, Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Kabupaten Jombang